Panpilwu Terapkan Prokes Ketat

oleh -123 views
KETAT: Panitia Pilwu Bulak Lor menerima pendaftaran salah satu balonwu dengan menerapkan prokes ketat, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Panitia pemilihan kuwu (Panpilwu) menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat saat melakukan registrasi pendaftaran para bakal calon kuwu. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Demikian dikatakan Ketua Panpilwu Desa Bulak Lor, Kecamatan Jatibarang, H Ali Sadikin kepada wartawan koran ini, kemarin.

Dikatakan Ali, masa pendemi Covid-19 yang masih menyelimuti proses pemilihan kuwu di Kabupaten Indramayu. Untuk itu, panitia selalu menerapkan aturan prokes secara ketat pada setiap tahapan pelaksanaan pemilihan kuwu, terlebih saat bakal calon kuwu melakukan pendaftaran.

“Aturan prokes tetap kita nomor satukan, kita terapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) dimana perwakilan massa pendukung yang boleh masuk hanya 9 orang. Masing-masing bakal calon kuwu dan  perwakilan simpatisan tangannya disemprot hand sanitizer, dan wajib pakai masker,” tuturnya.

Lebih lanjut, dikatkaan Ali, Balonwu dan perwakilan timses, sebelum menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia diharuskan memakai sarung tangan karet pelindung, yang telah disediakan panitia.

Selain itu, panitia yang menerima berkas pendaftaran juga diharuskan pakai sarung tangan pelindung. Hal itu dilakukan sebagai upaya melindungi diri dan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus corona (Covid-19).

“Panitia sudah menyosialisasikan ini kepada semua calon kuwu saat mengambil formulir pendaftar agar dalam kegiatannya selalu berpedoman pada aturan prokes, agar pelaksanaan pilwu berjalan aman, lancar, yang menjalankan aturan prokes dalam pelaksanaanya,” katanya.

Hal senada dikatakan Panpilwu Karanggetas Diah Rismawati. Menurutnya, penerapan protokol kesehatan telah jadi bagian dari pengawasan panitia pilwu yang bekerjasama dengan Satgas Covid-19, posko PPKM Desa Karanggetas.

“Kami tidak hanya mengawal tahapan-tahapan pelaksanaan pilwu sesuai jadwal, namun ikut mengawal penerapan protokol kesehatan di lapangan. Termasuk dalam pembentukan panitia pelaksana teknis di tempat pemungutan suara,” tuturnya.

Ditegaskannya, penerapan prokes diterapkan di setiap tahapan pilwu, termasuk saat berkempanye dan pemungutan suara. “Panitia pelaksana di TPS menjaga proses pemilihan dapat berjalan lancer dan tetap menerapkan prokes 3M,” pungkasnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *