PAFI Cabang Indramayu Gelar Seminar, Alergi Pengaruhi Tumbang Anak

oleh -519 views
ANTUSIAS: Tenaga farmasi mengikuti seminar yang digelar PAFI Cabang Kabupaten Indramayu di Hotel Wiwi Perkasa Indramayu, kemarin (15/9). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Cabang Kabupaten Indramayu, menggelar acara seminar kesehatan, Minggu (15/9)

Bertempat di Aula Gedung Hotel Wiwi Perkasa, kegiatan dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota PAFI se-Ciayumajakuning, dan pengurus pusat PAFI yang diwakili oleh Sekjen PAFI Jatmiko SSi, dan pemateri dr Ike Dwi Wahyuni SpA MKes yang juga dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu.

Ketua Cabang PAFI Indramayu Nana Suyatna Amd Farm SPd mengatakan, seminar kesehatan yang membahas tentang tumbuh kembang optimal anak alergi, sekaligus sebagai pembekalan bagi anggota PAFI dalam meningkatkan komptensi tenaga kefarmasian.

Menurutnya, seminar fokus pada pembahasan kesehatan anak karena sedang marak kasus terjadi gangguan kesehatan pada anak berupa alergi. Ditegaskan Nana, alergi bisa berdampak pada pengaruh tumbuh kembang (tumbang) anak, sehingga secara medis perlu penanganan khusus bagi mereka.

“Kita sengaja, dalam seminar kesehatan ini fokus tentang pembahasan kesehatan dan perkembangan bagi anak-anak, karena kasus saat ini menurut data RSUD Indramayu masih banyak terjadi alergi pada anak-anak sehingga bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak,” ucap Nana.

 

Nana menambahkan, kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi bagi anggota PAFI se-Ciayumajakuning sekaligus sebagai pembekalan dan penguatan peran anggota PAFI dalam meningkatkan kompetensi tenaga kefarmasian.

Ssehingga, lanjutnya, mereka mampu menghadapi dan memberikan solusi dalam menangani permasalahan yang terjadi di masyarakat. “Tenaga farmasi bisa lebih mengetahui perkembangan informasi dan teknologi bidang farmasi sekarang, dan kompetensinya juga harus ada perbaikan, karena tuntutan era modern yang dengan cepat berkembang terutama di bidang pengobatan,” ujarnya.

Nana berharap, dengan dibekali kemampuan peningkatan kompetensi untuk tenaga kefarmasian, tenaga kefarmasian bisa lebih memahami bagaimana melakukan praktik-praktik di bidang farmasi. (oni)