Optimis SLIO Dukung Ketahanan Pangan

oleh -25 views
FASILITASI SLIO: Anggota DPR RI Komisi V H Bambang Hermanto SE menerima cenderamata saat menghadiri acara SLIO yang diadakan BMKG di Desa Cikawung Kecamatan Terisi. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Puluhan petani di Kabupaten Indramayu mengikuti Sekolah Lapangan Iklim Operasional (SLIO) bertempat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi.

Anggota DPR RI Komisi V H Bambang Hermanto SE hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta agar mengikuti kegiatan secara baik. Untuk kemudian dapat menularkan pengetahuan yang diperoleh kepada petani lain.

Politisi muda Partai Golkar ini juga memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan yang diadakan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tersebut. Demi meningkatkan pemahaman dan pengetahuan para petani mengenai kondisi iklim.

Baher, sapaan akrab Bambang Hermanto mengatakan salah satu tujuan SLI adalah mendukung ketahanan pangan masyarakat petani. Karena itu, petani yang menjadi peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terhadap informasi yang berkaitan dengan iklim.

Pemahaman ini penting berkaitan dengan produktivitas hasil pangan. Selain untuk efisiensi hasil pangan, pemahaman iklim juga bisa membantu masyarakat mengantisipasi potensi bencana dari kondisi iklim. Sehingga, dampak negatif berupa gagal panen atau penurunan produktivitas petani dapat dihindari.

“Peningkatan produktivitas pertanian tentu tidak lepas dari masalah iklim. Apalagi Kabupaten Indramayu ini merupakan salah satu daerah agraris yang menjadi lumbung padi nasional,” katanya usai kegiatan, Senin (20/9).

Karena itu, lanjutnya, intervensi pemerintah melalui BMKG ini supaya pengetahuan tentang iklim berbasis ilmu pengetahun dan teknologi akan makin memperkuat dan menambah wawasan serta pengetahun petani terhadap iklim.

Menurut Baher, pemahaman lebih dalam mengenai kondisi iklim akan sangat bermanfaat bagi para petani. Sebab nantinya pola tanam bisa lebih tepat, begitu pula dengan jenis tanaman pangan yang cocok sesuai kondisi iklim.

Sementara itu, Plt Deputi Klimatologi BMKG Dr Urip Haryoko MSi menyampaikan terima kasih kepada Baher yang mendukung kegiatan SLI maupun SLCN bagi para nelayan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Karangsong.

Bahkan, atas dukungan Baher pula, telah menggolkan anggaran SLI dan SLCN agar bisa terselenggara di seluruh Indonesia antara 50-60 Kabupaten setiap tahunnya. 

Ia mengungkapkan sejatinya SLI pertama di dunia ada di Kabupaten Indramayu pada tahun 2005 lalu. Ini karena Indramayu adalah daerah ekstrim, saat kemarau kekeringan sedangkan musim penghujan mengalami kebanjiran.

“SLI menurut publikasi internasional juga dikatakan dan diakui bahwa implementasi pertama SLI adalah di Indramayu.  Saat ini saya tidak kaget kalau Indramayu saat ini menjadi top lumbung padi nasional. Karena sudah sejak lama sekolah lapang iklim dilaksankan disini,” ungkapnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.