Olah Singkong Bernilai Ekonomis Tinggi

oleh -98 views
PELATIHAN: Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok UPPKA Kampung KB Germas Mandiri Desa Gantar, Kecamatan Gantar mengikuti pelatihan pengembangan produk olahan singkong yang diadakan BKKBN Provinsi jabar, Senin (22/3).FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat menggelar pelatihan pengembangan produk olahan singkong. Bertempat di Kampung KB Germas Mandiri Desa Gantar, Kecamatan Gantar, pelatihan menyasar kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA), Senin (22/3).

Pada pelatihan ini, singkong diolah untuk menjadi scootel singkong, pudding singkong,  keripik singkong teri dan kacang tanah, serta yang terbaru adalah pizza singkong.

“Singkong tidak melulu digoreng atau direbus. Lebih dari itu, singkong bisa dioleh aneka jenis produk dan memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi. Tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan gizi, olahan singkong juga bisa menjadi sumber pendapatan yang akhirnya mewujudkan kemandirian ekonomi keluarga,” kata Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui Ketua Sub Koordinator Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PEK), Ekawati Agustiana.

Pelatihan kepada UPPKA di Kampung KB Germas Mandiri Desa Gantar tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi para akseptor secara bertahap.

Menurutnya, setiap wilayah materi pelatihan yang diberikan berbeda. Dengan mampu mengolah berbagai produk para anggota keluarga akseptor diharapkan dapat meningkatkan taraf hidupnya yang bisa menuju pada kemandirian ekonomi keluarganya.

Sementara itu pemateri yang juga dosen pada Program Studi Pendidikan Ekonomi Keluarga UPI Bandung, Ellis Endang Nikmawati mengatakan, singkong yang selama hanyan digoreng atau direbus telah memiliki berbagai olahan lainnya. Bahkan berbagai pihak telah mengolahnya dan menjadi aneka produk yang telah dijual di pasaran.

Hal ini harus pula diikuti oleh para Akseptor KB di Kecamatan Gantar untuk pandai dalam mengolahnya karena bahan baku singkong di kecamatan yang berbatasan dengan Kabupaten Subang dan Sumedang tersebut cukup melimpah. “Kita ingin aneka olahan singkong ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yang pada akhirnya bisa meningkatan kemandirian ekonomi,” kata Ellis.

Sementara itu, Plt Camat Gantar Drs Edy Wahyono mengatakan, tanaman singkong telah menyebar di lahan-lahan kosong penduduk di Kecamatan Gantar. Pasalnya, singkong mudah ditanam dan perawatannya mudah.

“Masyarakat di Kecamatan Gantar memanfaatkan lahan-lahan kosong dengan menanam singkong. Alhamdulillah dengan pelatihan ini mereka jadi lebih paham dan mengerti bahwa singkong bisa diolah aneka macam dan kita berharap dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” kata Edy. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *