NU-PKB Sepakat Dukung Dewa

oleh -325 views

INDRAMAYU-Setelah bersikeras menyatakan tidak akan maju dalam pilkada Indramayu 2020, dan akan melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota DPR RI, mantan wakil bupati Indramayu di era Bupati Yance, H Dedi Wahidi, sepertinya mulai melunak.

Hal tersebut terungkap dalam pertemuan Jaring Aspirasi Pilkada, yang digelar di Gedung Kesenian Kompleks Pesantren Darul Ma’arif Kampus Hijau Kaplongan Indramayu, Sabtu (14/3). Pertemuan tersebut dihadiri seluruh struktur PCNU dan DPC PKB hingga level pengurus kecamatan. Para kiai dan pemilik lembaga pendidikan NU, sepakat meminta Dewa (Dedi Wahidi) untuk maju sebagai bakal calon bupati Indramayu.

Bahkan pada kesempatan itu, dua bacabup PKB, H Juhadi Muhammad (Ketua PCNU Indramayu) dan Drs H Rasta Wiguna, dengan tegas dan meyakinkan siap mengundurkan dari proses pencalonan, dan bersatu padu dalam barisan menyerahkan sepenuhnya kepada Dewa untuk maju.

Menanggapi hal tersebut, Dewa sendiri memberi kesempatan kepada H Juhadi Muhammad dan H Rasta Wiguna hingga satu minggu ke depan, untuk mempresentasikan koalisi partai dan pasangan wakilnya secara fiks. Disertai dengan bukti-bukti tertulis, termasuk gambaran dukungan segala hal terkait yang meyakinkan untuk menang dalam konstalasi pilkada.

Sementara Adlan Daie, Wakil Sekretaris PWNU Jawa Barat yang memimpin rapat Jaring Aspirasi Pilkada mengungkapkan, sebenarnya Dewa sangat siap lahir batin untuk maju dalam kontestasi pilkada Indramayu. “Tidak ada keraguan sedikitpun. Meskipun Dewa sebagai tokoh politik yang sangat matang, tetap  memberi kesempatan kepada kader-kader penerusnya untuk maju sejauh dengan perhitungan yang meyakinkan menang,” tandasnya.

Adlan menambahkan, DPW PKB Jawa Barat dan DPP PKB sendiri sejak lama memang meminta Dewa maju dengan menyiapkan segala risiko yang harus ditanggung untuk meyakinkan pemenangannya.

Ditanya tentang pasangan yang paling tepat untuk mendampi Dewa, Adlan Daie mengungkapkan bahwa Dewa lebih cenderung berpasangan dengan Nina, putri Mantan Kapori Dai Bahtiar. Namun dengan catatat, Nina diusung oleh PDIP dan Dai Bahtiar harus turun langsung memimpin barisan pemenangan. Pengalamannya sebagai mantan kapolri yang putra asli Indramayu, tuturnya, memahami detail dunia intelijen sangat berguna untuk meyakinkan pemenangan.

“Insya Allah, akhir bulan Maret pasangan Dewa-Nina akan deklarasi bersamaan dengan launching koin untuk perubahan Indramayu, menjaring dana gotong royong dari masyarakat agar keterpilihannya kelak tidak terjerat bandar politik yang berpotensi jual beli jabatan, menghimpun fee proyek dan dana haram lainnya,” tegas Adlan.

Ditambahkannya, baik H Juhadi Muhammad, H Rastawiguna, strukutur PCNU, DPC PKB, PC Muslimat, PC Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU, tentu dengan jaringan kokoh PDI Perjuangan dan partai koalisi perubahan lainnya, siap merapatkan barisan memenangkan pasangan Dewa-Nina.

“Dewa politisi santri, sudah religius lahir batin. Tidak perlu jualan visi religius yang bombastis dan manipulatif,” tegas Adlan yang juga seorang penulis produktif.

Sementara itu, H Dedi Wahidi mengungkapkan, sebenarnya dirinya masih betah di Senayan untuk melanjutkan perjuangannya sebagai wakil rakyat di DPR RI. “Sebenarnya saya masih betah di Senayan. Tapi kalau betul dan tulus rakyat memanggil dan membutuhkan, saya akan istikharah meminta petunjuk Allah,” tegasnya. (oet)