Ngabuburit, Warga Pilih Mancing Ikan

oleh -59 views
MANCING MANIA: Warga dari berbagai daerah memanfaatkan lahan semanggen di Desa Anjatan Utara, Kecamatan Anjatan yang bekas terendam banjir sebagai lokasi pemancingan dadakan, kemarin.

INDRAMAYU-Bulan Ramadan di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan sebagian orang yang menjalankan ibadah puasa untuk melakukan aktivitas sembari menunggu waktu bedug Magrib tiba. Ketimbang jalan-jalan ke pusat keramaian dengan risiko terpapar virus corona. Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Indramayu bagian barat (Inbar) memilih ngabuburit sambil memancing ikan.

Di Kecamatan Anjatan ada satu lokasi favorit pilihan pemancing. Yakni di bekas lahan semanggen sepanjang jalan Jenderal Achmad Yani Anjatan. Tepatnya di perbatasan antara Desa Anjatan Utara dan Desa Limpas Kecamatan Patrol.

Seperti terlihat Rabu (21/4). Belasan pemancing tampak berjejer di lokasi yang berubah menjadi spot dadakan para pemancing mania itu. Ada pula yang membawa serta keluarga, anak atau istri.

Salah seorang warga, Taba mengungkapkan, para pemancing itu berasal dari berbagai daerah. “Dari mana-mana. Malah kebanyakan dari luar kecamatan,” ucapnya.

Lokasi itu semula adalah lahan semanggen. Luasnya belasan hektare. Namun seringnya terendam banjir. Walau dimusim kemarau sekalipun. “Sebelum bulan Ramadan sudah ramai. Sekarang malah tambah banyak yang datang, terutama menjelang sore,” katanya.

Ramainya pemancing bukan tanpa sebab. Selain letaknya yang strategis di pinggir jalan raya, dibekas lahan semanggen itu ternyata banyak berbagai jenis ikan, seperti nila, mujaer dan lele. Dia sendiri tidak tahu dari mana asal muasal ikan-ikan itu.

Pasalnya, di Desa Anjatan Utara dan sekitarnya tidak ada tambak ikan. Dia menduga, aneka jeni ikan itu berasal dari wilayah lain yang hanyut terseret banjir beberapa waktu lalu.

Warga lainnya Heri mengatakan, bersama tetangganya ramai-ramai memancing di kolam lahan semanggen. Mereka bergabung dengan puluhan pemancing lainnya yang sejak siang memadati kolam pancing yang terletak di pinggir areal persawahan itu.

Saat bulan Ramadan, kegiatan hobi itu sama-sama mereka jadikan sebagai ngabuburit. “Dengan memancing, puasa menjadi tak terasa beratnya. Tahu-tahu sudah sore,” ucapnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *