Musim Tanam, Stok Pupuk Aman

oleh -152 views
DOK.RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Memasuki musim tanam awal tahun 2021, PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk subsidi dan non subsidi untuk dapat memenuhi permintaan petani. Secara nasional, stok pupuk subsidi yang disiapkan mencapai 1.25 juta ton, yang terdiri dari 648.853 ton urea, 299.260 ton NPK, 95.514 ton SP 36, 118.620 ton ZA serta 92.157 ton pupuk organik. Adapun stok pupuk non subsidi yang tersedia sekitar 800 ribu ton.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal mengatakan, total stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan empat pekan ke depan, dan jumlahnya dua kali lipat dari ketentuan pemerintah mengenai batasan stok pupuk bersubsidi.

Dari total stok tersebut, daerah dengan jumlah stok terbanyak adalah Jawa Timur 290.642 ton, Jawa Barat sebesar 123.269 ton dan Sulawesi Selatan sebesar 79.812 ton. Stok tersebut siap disalurkan kepada petani terdaftar dalam e-RDKK setelah terbitnya SK dari Pemerintah Daerah setempat. Pasalnya, SK ini merupakan salah satu persyaratan utama agar gudang-gudang dapat mulai mendistribusikan barangnya ke distributor dan kios. “Stok tersebut sudah tersedia sampai di Gudang Lini 3 dan 4 dan siap digelontorkan kepada masyarakat setelah terbitnya SK kepala daerah provinsi dan kabupaten,” jelas Gusrizal melalui siaran pers kemarin.

Jumlah alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 sendiri mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Menjadi total sebesar 9.041.475 ton pupuk, ditambah 1.500.000 liter pupuk organik cair. Adapun rincian alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 adalah 4.166.669 ton urea, 640.812 ton SP36, 784.144 ton ZA, 2.662.000 ton NPK, 770.850 ton organic dan 17.000 ton NPK formula khusus.

Alokasi tersebut yang menjadi dasar Pupuk Indonesia Grup untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke daerah-daerah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan pemerintah. Untuk catatan, sebagai BUMN yang mendapat tugas menyalurkannya, Pupuk Indonesia hanya bisa mendistribusikan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan tersebut.

Sesuai dengan Permentan Nomor 49 tahun 2021, petani yang berhak memeroleh pupuk bersubsidi adalah mereka yang bergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK. Untuk wilayah tertentu, sudah memiliki Kartu Tani dan pembelian harus dilakukan di kios-kios resmi. “Tanpa persyaratan tersebut, maka petani tidak dapat dilayani untuk pembelian pupuk bersubsidi. Namun sebagai alternatif, kami menyiapkan pupuk non subsidi,” kata Gusrizal.

PT Pupuk Kujang Siap Salurkan Stok Pupuk Subsidi

Sesuai Alokasi Pemerintah, PT Pupuk Kujang sebagai salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero)  memastikan stok bersubsidi di berbagai wilayah penyaluran cukup tersedia dan aman dalam menghadapi musim tanam. Yuni Setyaningrum, Direktur Keuangan & Umum PT Pupuk Kujang telah menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebesar 85.372 ton untuk wilayah Jawa Barat.

“Stok pupuk bersubsidi yang disiapkan di antaranya urea subsidi sebanyak 60.271 ton, NPK Subsidi sebanyak 18.426 ton dan organik subsidi sebanyak 6.675 ton. Jumlah tersebut mencukupi dari ketentuan minimum yang ditetapkan pemerintah.

Adapun alokasi pupuk bersubsidi wilayah Jawa Barat tahun 2021 sebanyak 964.429 ton/ tahun. Terdiri dari urea subsidi sebesar 633.630 ton/tahun, NPK subsidi sebesar 205.750 ton/tahun dan organik subsidi sebesar 437.672 ton/tahun.

Untuk mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam e-RDKK dan tidak memeroleh alokasi pupuk bersubsidi, Yuni juga mengimbau kepada distributor agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi jenis urea, NPK dan organik di setiap kios.

Yuni mengatakan, kunci utama dari produktivitas pertanian itu antara lain varietas yang unggul, pupuk berkualitas dan budidaya yang baik. “Pupuk Kujang sebagai solusi andal agribisnis kehadirannya sangat penting dalam mendukung pemerintah untuk optimalisasi hasil pertanian dengan melakukan pendampingan secara menyeluruh,” tuturnya. (oet/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *