Miris, Rumah Warga Nyaris Ambruk

oleh -84 views
RUSAK: Rumah salah seorang warga di Desa Pabean Ilir nyaris ambruk, kemarin. FOTO: JAMAL/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Rumah Samsudin, warga RT 20 RW 05 Desa Pabean Ilir Blok Tegur Kecamatan Pasekan Kabupaten Indramayu rusak parah. Bahkan, akibat hujan dan angin kencang, rumah yang disangga pakai bambu itu nyaris roboh.

“Rumah kami ini sudah dua tahun kondisinya seperti ini. Rumah sudah miring dan kami sangga dengan bambu supaya tidak ambruk. Kami mohon kepada para donatur dan dermawan agar sudi kiranya membantu kami untuk membangun rumah lebih layak,” papar Samsudin.

Lebih lanjut, dikatakan Samsudin, di dalam rumah yang terbuat dari pagar bambu dengan luas hanya 3 x 5 meter persegi itu ditempati 9 orang. Satu diantaranya lansia dan dua diantaranya masih balita.

Samsudin sendiri, seharai-hari bekerja ngobor, yaitu mencari kepiting dan belut di sawah dari selepas Isya sampai Shubuh.

“Penghasilan saya tidak menentu, kadang dapat 100 ribu rupiah kadang juga 70 ribu rupiah. Dan itu untuk nafkah 9 orang. Kalau pendapatan Rp100 ribu masih cukup, tapi kalau dapat Rp70 ribu itu tidak cukup. Jadi, boro-boro untuk bangun rumah, buat makan saja pas-pasan,” imbuhnya.

Sementara, lanjut Samsudin, anggota keluarga lain, seperti istrinya ikut membantu buruh tanam padi di sawah milik orang lain. “Istri saya hanya dapat Rp60 ribu sehari, itupun musiman. Orang tandur tidak setiap hari. Kadang ada yang menyuruh, kadang tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Rukun Warga (RW) 05 Desa Pabean Ilir Rasdika menyatakan, yang bersangkutan sudah mendapatkan fasilitas bantuan secara maksimal.

“Kalau bentuk bantuan rutilahu, memang dia tidak dapat. Namun ada bantuan dari pihak kuwu. Dia sudah dibantu dua kali. Kami sudah belikan material termasuk dana tukangnya. Dari pihak kecamatan juga sudah bantu berupa matras untuk tempat tidur yang bersumber dari Dinsos dan terpal untuk menutup bagian atap yang bocor,” aku Rasdika.

Dijelaskannya, warga yang bersangkutan sudah mendapatkan bantuan PKH dan Rasdog.

Pihak pemdes, lanjutnya, sudah mengupayakan warga tersebut untuk masuk dalam berbagai program bantuan sosial. Namun, sayangnya belum sempat digunakan untuk membangun rumah oleh warga tersebut. “Kalau dari pihak pemdes, kami rasa sudah membantu semampunya. Jika dirasa perlu untuk penggalangan dana, kami siap turun langsung untuk membantunya. Namun, jika ada donatur atau dermawan yang siap, maka itu jauh lebih baik,” pungkasnya. (jml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *