Melihat dari Dekat Keberadaan PT PJB UBJOM PLTU Indramayu: Pasok Kebutuhan Listrik Nasional, Berdayakan Masyarakat Lokal

oleh -91 views
BATUBARA : Pekerja PLTU Indramayu tengah melakukan tugasnya di tempat penampungan batubara, Kamis (25/2). Keberadaan batubara sebagai sumber energi utama sedikit demi sedikit akan diganti dengan serbuk gergaji melalui metode Co-Firing. FOTO:UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu, yang dikelola oleh anak perusahaan PT PLN (Persero), PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), terletak di Desa Sumuradem Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Selain mampu memberikan kontribusi energi listrik nasional, ternyata PLTU Indramayu juga sukses memberdayakan warga sekitar.

UTOYO PRIE ACHDI, INDRAMAYU

LOKASI PLTU Indramayu cukup strategis dan mudah dijangkau, karena berada di jalur pantura Indramayu. Pembangkit listrik ini berbatasan langsung dengan pantai utara pulau Jawa. Energi yang dihasilkan pembangkit ini mampu menyuplai listrik di wilayah Jawa dan Bali, utamanya kawasan Jawa Barat dan DKI Jakarta. Dengan total kapasitas 3×330 megawatt (MW), tentunya sangat vital dalam rangka memenuhi kebutuhan listrik nasional.

Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Indramayu mengandalkan bahan baku utama batubara sebagai sumber energi. Namun saat ini siap menerapkan metode Co-Firing, yaitu dengan memanfaatkan biomassa sebagai campuran batubara. Uji coba Co-Firing bahkan sudah dilakukan sejak awal 2020 dengan menggunakan wood pelet dan ternyata berhasil.

Tahun 2021 ini akan kembali dilakukan uji coba Co-Firing dengan menggunakan serbuk gergaji sebagai campuran batubara. Alasannya, serbuk gergaji harganya lebih murah. “Awal Maret uji coba, dan bulan April mulai dikomersilkan,” kata General Manager PLTU Indramayu, Ubaedi Susanto, Jum’at (19/2).

Pemanfaatan serbuk gergaji ini untuk menggantikan atau mengurangi energi fosil (batubara) sedikit demi sedikit. Karena kalorinya ternyata hampir sama dengan batubara. Penerapan metode Co-Firing ini juga dalam rangka menyukseskan program yang dicanangkan pemerintah.

Dibandingkan dengan batubara yang langsung habis kayu memiliki siklus atau bisa diperbaharui. Karena pohon bisa ditanam kembali dan ada siklusnya. Emisi karbon dari serbuk gergaji juga lebih kecil dari batubara, sehingga lebih ramah lingkungan.

“Keunggulan lain dari Co-Firing, kita tidak perlu investasi. Kita tinggal mengurangi pemakaian batubara, dan mengganti dengan serbuk kayu yang dibakar,” ujar Ubaedi.

Ubaedi optimis metode Co-Firing akan sukses. Sehingga bisa membantu masyarakat kelistrikan di Indramayu, menyuplai tenaga listrik untuk masyarakat, dan yang pasti lebih ramah lingkungan.

Ubaedi menjelaskan bahwa setiap hari PLTU Indramayu rata-rata membutuhkan 4.000 ton batu bara per unit, sehingga total jika 3 unit beroperasi kebutuhan mencapai 12.000 ton. Dengan pemanfaatan serbuk gergaji diharapkan dapat menurunkan penggunaan batu bara.

“Saat ini masih tahapan uji coba. Kemarin kami coba mencampurkan 5% palet dan hasilnya cukup memuaskan. Sekarang kita akan gunakan serbuk gergaji,” tutur Ubaedi.

Sasaran inovasi penggunaan serbuk gergaji ini tidak hanya untuk menghemat biaya pokok penyediaan, tetapi juga menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar fosil. Inovasi ini juga bisa mengurangi sampah dan emisi yang saat ini masih menjadi masalah di beberapa daerah.

Selain melakukan inovasi guna memenuhi energi negeri, PLTU Indramayu juga ikut memberdayakan warga sekitar. Salah satunya berkontribusi dalam memberdayakan wisata Pantai Plentong, yang berlokasi di Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu.

Pantau Plentong dulunya merupakan pantai yang rusak dimakan abrasi. Bahkan di sekitarnya juga merupakan tempat pembuangan sampah. Namun sekarang sudah menjagi objek wisata yang indah. Bahkan warga sekitar saat ini bisa berusaha dengan membuka warung-warung di sekitar Pantai Plentong.
“Sekarang kalau hari Sabtu atau Minggu jumlah pengunjung bisa mencapai 3000-4000 orang,” ujar Ubaedi.

Caskadi (39) dan Suniarti (38), pasangan suami istri warga Desa Ujunggebang Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, saat ini menjadi keluarga yang cukup bahagia. Mereka mengaku seperti mimpi, melihat keindahan Pantai Plentong yang mempesona. Pantai Plentong telah menyatukan mereka. Membuat keluarga mereka lebih harmonis dan bahagia.

Caskadi pun bercerita bagaimana kondisi Pantai Plentong sebelumnya. Kondisi keluarganya. Kondisi kehidupannya. “Pantai ini dulunya kotor dan kumuh tak terawat. Malah rusak karena dihantam ombak (abrasi),” ungkapnya mengenang.

Caskadi kala itu mengaku nyaris sudah putus asa dengan kehidupannya. Bayang-bayang abrasi selalu menghantui setiap hari. Tak terbayangkan bagaimana masa depannya. Masa depan anak istrinya. Meski demikian, sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab, Caskadi tidak pernah barputus asa. Caskadi akhirnya mencoba mencari peruntungan dengan menjadi anak buah kapal (ABK) nelayan, demi menghidupi keluarga.

Menjadi ABK memaksa Caskadi harus berpisah dengan keluarga, dengan anak istri, dalam waktu yang cukup lama. Karena kapal nelayan ketika melaut, baru kembali sekitar 4-6 bulan. Dari pekerjaannya sebagai ABK, Caskadi mulai mendapatkan penghasilan yang lumayan. Meski baginya, tetap saja ada yang mengganjal. “Namanya juga kerja di kapal, kadang enam bulan baru pulang ketemu anak istri,” ucapnya mengenang.

Itu semua adalah kenangan masa lalu Caskadi. Kini Caskadi sudah membuka lembaran baru. Caskadi sekarang lebih bahagia. Setiap hari bisa berkumpul bersama anak dan istri. “Sejak Pantai Plentong ramai sekitar dua tahun lalu, saya berhenti menjadi ABK. Saya bersama istri membuka warung disini,” tutur Caskadi, saat ditemui di warung Ikan Bakar Yuni, kawasan Pantai Plentong.

Keberhasilan Pantai Plentong, selain berkat kegigihan pihak desa melalui BUMDes Maju, juga tidak terlepas dari peran PT PJB UBJOM PLTU Indramayu. Kepedulian perusahaan ini untuk bersinergi membangun Pantai Plentong sangat tinggi. Berawal dari gagasan pemerintahan desa Ujunggebang untuk menggali potensi Pantai Plentong, ternyata direspon positif pihak PT PJB UBJOM PLTU Indramayu.(oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *