KUK Jabar Siap Kirim SDM ke NTB

oleh -15 views
Jabar-NTB
Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan) usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Gedung Graha Bakti Praja, Kota Mataram, Kamis (17/12/2020). Dalam perhelatan ini juga didukung oleh bank bjb itu, kedua daerah sepakat untuk menjalin kerjasama di sejumlah sektor. Foto: Humas Jabar

BANDUNG — Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat menyambut baik penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Jabar-NTB Connection yang dilakukan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah, belum lama ini. Bahkan, mereka pun langsung melakukan penjajakan kerja sama dengan dinas terkait di NTB.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat (Jabar) Kusmana Hartadji mengaku, menyambut baik MoU tersebut. Sebab, kerja sama ini akan menjadi loncatan kedua daerah ke level internasional.

”Jelas ini akan meningkatkan daya saing Jawa Barat dan NTB ke level internasional. Dengan adanya even MotoGP di Mandalika, pemasaran produk Jawa Barat dan NTB akan terangkat,” ungkap Kusmana, Senin (12/12/2020).

Pria yang akrab disapa Tutus itu mengatakan, proyeksi bisnis Pemprov Jabar sangat serius melihat potensi even internasional di Mandalika. Hal ini seiring dengan sudah resminya Sirkuit Mandalika Indonesia masuk dalam kalender sementara ajang balap motor Superbike Dunia, Motul FIM World Superbike Championship (WorldSBK) untuk 2021.

Sejatinya, Sirkuit Mandalika hanya berstatus sebagai venue cadangan di MotoGP 2021. Namun di ajang World Superbike, sirkuit pun resmi menjadi tuan rumah WSBK seri ke-11 yang dijadwalkan pada 12-14 November 2021. Balapan di Indonesia ini akan berlangsung sebelum seri di Sirkuit Philip Island, Australia yang masih harus menyelesaikan pembahasan soal kontrak.

”Jabar pun tentu harus memanfaatkan sebaik mungkin event tersebut untuk pemasaran UMKM, khususnya di bidang ekraf dan fesyen,” ujarnya sambil menambahkan, perhetalan kerja sama Jabar NTB Connection tersebut didukung oleh bank bjb.

Disinggung mengenai teknis transfer knowledge dalam kerja sama tersebut, Tutus menerangkan, pelatihan bisa dengan mendatangkan instruktur UMKM dari Jabar ke NTB. Atau memagangkan pelaku UMKM NTB ke Jawa Barat untuk belajar meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya.

”Bisa produknya dibuat di Jabar tapi assembling atau finishing-nya di NTB kan bisa begitu. Yang pasti, kedua daerah ini saling termanfaatkan mulai dari sisi SDM hingga produknya,” tuturnya sambil menambahkan, siap mengirim SDM dari Jabar dengan jumlah cukup banyak.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga membawa dua Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar, PT Jaswita dan bank bjb, untuk dilibatkan untuk memetakan pembiayaan dan memanfaatkan teknologi. Sedangkan PT Agro Jabar berencana menjalin kerja sama di bidang peternakan, perdagingan, dan budidaya kelautan dengan BUMD NTB.

”Tentu kolaborasi ini penting untuk Jabar dan NTB. SDM kreatif di Jabar sangat banyak. Dan ini dibutuhkan NTB untuk menaikkan kapasitas skill, kuantitas hingga teknik pengemasan yang baik,” tutur Ridwan Kamil.

”Mudah-mudahan setelah ada alih teknologi dari Jabar dan NTB, kita bisa transfer ilmu sehingga pada saat kebangkitan pariwisata NTB sistem ekologi dari aktivitasnya sudah terbentuk. Itulah kebanggaan kita dalam berkolaborasi,” kata Ridwan Kamil usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Gubernur NTB Zulkieflimansyah di Gedung Graha Bakti Praja, Kota Mataram, Kamis (17/12/2020). (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *