KTNA Uji Coba Drone Pertanian

oleh -101 views
LEBIH MODEREN: KTNA Kabupaten Indramayu bersama PT Malindo Agrotek Perkasa melakukan uji coba penggunaan drone pertanian untuk penyemprotan pestisida, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Kontak Tani Nelayanan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu menggunakan uji coba penggunaan drone pertanian untuk penyemprotan pestisida di sawah milik Poktan Tani Sumber Waras II, Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang, Kamis (25/2).

Dalam penyemprotan itu, KTNA Kabupaten Indramayu bekerjasama dengan PT Malindo Agrotek Perkasa.

Wakil Ketua KTNA Kabupaten Indramayu H Sutatang mengatakan, uji coba drone pertanian untuk pengendalian hama merupakan hal yang baru di sektor pertanian Kabupaten Indramayu. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan penggunaan teknologi pertanian pada para petani,” kata Sutatang.

Lebih lanjut, dikatakan Sutatang, KTNA sangat mendukung penggunaan drone spray pertanian yang sangat bermanfaat bagi petani. “Ini bisa jadi solusi di saat Kabupaten Indramayu menjadi lumbung pangan nasional mengalami kekurangan tenaga kerja di bidang pertanian, mungkin bebarapa tahun lagi kedepan akan berkurang,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sutatang, penggunaan drone pertanian dapat menarik generasi muda untuk terjun kebidang pertanian. Sehingga, petani di Kabupaten Indramayu bisa beregenerasi, sektor pertanian bisa diminati generasi muda, sehingga petani di Indramayu tidak ketinggalan dengan pertanian di negara lain yang sudah memanfaatkan teknologi pertanian.

Dijelaskannya, drone spray selain dapat digunakan untuk mengendalikan hama, drone ini juga bisa digunakan untuk menabur pupuk, sehingga bisa menekan biaya produksi petani hingga 25 persen dari biasanya per hektare mengeluarkan biaya Rp7-8 juta.

“Dilihat dari uji coba tadi, penyemprotan pestisida untuk mengendalikan hama lebih merata. Kami berharap, ada semacam program bantuan dari Kementan atau Dinas Pertanian dalam hal memfasilitasi alat ini. Bila perlu 3 alat di setiap daerah Indramayu timur, tengah, dan barat,” paparnya.

Sementara itu, Business Manager PT Malindo Agrotek Perkasa, Albertus Billy S didampingi Pilot Drone, Christian Hosana mengatakan, pemanfaatan teknologi drone pertanian dikalangan petani Kabupaten Indramayu harus dilakukan karena kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, termasuk di bidang pertanian. Dikatakan Billy, PT Malindo Agrotek Perkasa bekerjasama dengan salah satu pabrikan membawa drone ke Indonesia setelah melihat tenaga kerja di daerah pertanian termasuk di Kabupaten Indramayu yang semakin berkurang.

Dijelaskannya, kelebihan pemakaian drone adalah hemat air dan hemat waktu. “Biasanya satu hektare membutuhkan 10 sampai 16 tangki air, dengan menggunakan drone hanya membutuhkan dua tangki air 32 liter untuk satu hektare. Dari segi waktu, kalau semprot secara manual per hektare membutuhkan waktu setengah sampai satu hari, dengan drone hanya membutuhkan waktu 20 menit saja,” terang Billy.

Menurutnya, dengan drone pertanian selain bisa digunakan malam hari, juga kesehatan petani lebih terjaga, dan bunyi drone yang kencang akan mengusir hama dan burung.

“Untuk ketinggian disesuaikan dengan kondisi tanaman padi, antara 3-5 meter. Penggunaan drone sendiri di sektor pertanian negara tetangga sudah 50-60 persen, di negara kita kurang dari 10 persen,” ujarnya sambil mengatakan sebelum penyemprotan dilakukan pemetaan wilayah persawahan dengan drone yang memakan waktu 30 menit.

Billy berharap, drone ini bisa bermanfaat bagi pertanian Indonesia dan petani Indonesia lebih maju dan modern. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *