Komisi V DPR Kunjungi Rumah Aspirasi BMC

oleh -78 views
KUNJUNGI BMC: Anggota Komisi V DPR RI Bambang Hermanto mendampingi rekan-rekannya saat kunjungan silaturami ke rumah aspirasi Baro Meter Center (BMC), Jumat (5/2). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Komisi V DPR RI mengunjungi rumah aspirasi Baro Meter Center (BMC) di Jalan Raya Pantura Sukra Nomor 63, Jumat (5/2). Kunjungan silaturahmi belasan anggota Komisi V beserta sekretariat DPR RI dan Tenaga Ahli yang dipimpin ketua tim H Syarif Abdullah Alkadrie SH MH ini setelah sebelumnya melaksanakan peninjauan ke Pelabuhan Internasional Patimban.

Kedatangan rombongan langsung didampingi pendiri BMC, H Bambang Hermanto SE yang juga ikut serta dalam kunjungan kerja spesifik Komisi V DPR RI ke lokasi pelabuhan yang terletak dipesisir pantura Patimban, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang itu.

Tak hanya pengurus dan relawan BMC. Kunjungan Komisi V DPR RI itu juga disambut antusias sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Indramayu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

“Ini kunjungan silaturahmi. Bagian dari upaya kita untuk membangun komunikasi antar anggota dewan agar lebih akrab lagi. Lebih kenal, selawase seduluran,” kata Bambang Hermanto.

Anggota DPR RI yang baru dilantik pada awal Desember 2020 lalu ini menjelaskan, sebelumnya bersama-sama dengan anggota Komisi V yang lain melaksanakan kunker spesifik dalam rangka peninjauan Pelabuhan Patimban.

Kunker diisi dengan pertemuan bersama Dirjen Perhubungan Laut membahas progres pembangunan pelabuhan Patimban dan pemanfaatannya. Kegiatan juga diisi dengan peninjauan lapangan di lokasi mega proyek puluhan triliun yang telah diresmikan penggunaannya oleh Presiden Joko Widodo tersebut.

Dari catatannya, progres pembangunan Pelabuhan Patimban sudah cukup baik. Direncanakan pelabuhan selesai dibangun pada Desember 2021 nanti.

Komisi V pun mendorong agar pelabuhan Patimban segera beroperasi untuk memperkuat posisi Pelabuhan Tanjung Priok yang disebut makin padat. Sekaligus memiliki signifikansi dalam pembangunan ekonomi Indonesia pada masa depan.

Selain itu, mendorong agar pelabuhan yang sebagian anggarannya berasal dari APBN itu pengelolaannnya diserahkan ke BUMN, bukan pihak swasta. “Kalau diserahkan ke swasta, ya nanti swasta yang menikmati. Jadi Komisi V siap mendorong supaya pengelolaan Pelabuhan Patimban diserahkan ke BUMN,” jelasnya.

Harapannya, lanjut pria kelahiran Indramayu, 14 September 1976 ini, keberadaan Pelabuhan Patimban dapat berdampak positif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Terlebih, Pelabuhan Patimban memiliki peran penting dan strategis dalam upaya peningkatan ekonomi Jawa Barat. Karena membuka ribuan lapangan kerja baru untuk masyarakat Subang dan sekitarnya. Terdiri dari pekerjaan dalam kawasan industri dan juga sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Penambahan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat khususnya akan dirasakan bagi yang berdomisili di sekitar pelabuhan. Termasuk Kabupaten Indramayu. Sebagai daerah yang paling berdekatan dengan lokasi Pelabuhan Patimban.

“Kita juga mendorong agar keberadaan Pelabuhan Patimban ini memperhatikan nasib dan kondisi masyarakat sekitar yang terdampak. Tak terkecuali masyarakat pantura Indramayu. Nelayan-nelayan kecilnya, supaya diberikan bantuan-bantuan, program untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” terangnya.

Bambang Hermanto mengungkapkan, sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V bersama Dirjen Perhubungan Laut. Pihaknya meminta agar dilakukan normalisasi muara di kawasan Pelabuhan Karangsong. Menambah alat navigasi di Pantura Subang-Indramayu seiring padatnya lalu lintas kapal.

“Khusus untuk wilayah perbatasan Subang-Indramayu tepatnya di kawasan Pelabuhan Desa Ujunggebang, kita meminta supaya dibangun akses jembatan di atas Sungai Sewo. Karena saat ini masyarakat di dua wilayah itu menggunakan perahu untuk alat transportasi penyebarangan. Kondisi ini kan kontras, ada Pelabuhan Patimban tapi area sekitarnya masih terbelakang. Makanya kita dorong supaya menjadi perhatian,” pungkas Bambang Hermanto. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *