Klep Cimanuk Jebol, Permukiman Banjir

oleh -89 views
TUTUP KLEP: Warga secara bersama-sama menutup saluran pintu klep di Blok Gili yang jebol sehingga merendam permukiman dua desa, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Warga di Blok Buyut Hakim Desa Tulungagung dan Blok Tanjung Desa Kertasemaya panik. Pasalnya, air Sungai Cimanuk masuk ke permukiman warga akibat pintu klep Sungai Cimanuk rusak.

Camat Kertasemaya, Ade Sukma Wibowo mengatakan, masuknya air ke permukiman warga karena pintu klep saluran Sungai Cimanuk di Desa Tulungagung yang berbatasan dengan Desa Bangodua di Blok Gili, jebol.

Dikatakan Ade, pihaknya bersama warga gotong royong menutup saluran pintu klep dengan menggunakan karung berisi tanah.

“Sementara kita tutup pintu klep pakai karung berisi tanah. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak terkait meminta agar segera memperbaiki klep tanggul yang jebol,” ujarnya.

Ade bersyukur, debit air Sungai Cimanuk mengalami penurunan dari 8000 m3/detik  menjadi 500 m3/detik sehingga lupan air ke permukiman warga tidak seperti banjir pada 8 Februari lalu. “Waktu banjir 8 Februari 2021 yang membanjiri sebagian besar wilayah Kecamatan Kertasemaya debit air di atas 1000 m3/detik. Kendati debit air mengalami penurunan tetapi kami meminta warga tetap siaga,” ujarnya.

Lebih lanjut, dikatakan Ade, meski lokasi pintu klep letaknya di Blok Gili Desa Bangodua, namun imbas dirasakan warga Blok Buyut Hakim Desa Tulungagung. “Semoga air di permukiman warga cepat surut karena Sungai Cimanuk debit airnya terua turun, selama belum diperbaiki pemdes dan warga harus waspada,” tandasnya.

Sementara itu, Staf Pemdes Tulungagung, Iis mengatakan, air luapan Sungai Cimanuk merendam wilayah Tulungagung dengan ketinggian 40 sampai 50 centimeter. “Kita siap siaga, warga juga lebih siaga. Pemdes terus berkoordinasi dengan pihak Bendung Rentang terkait kondisi debit air, Alhamdulillah sampai debit turun di level 500 m3/detik,” kata Iis.

Sementara itu, Sekdes Kertasemaya, Widy Santosa mengatakan, air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 14.30 WIB di Blok Tanjung. “Saat banjir dulu, debit air 1000 meter kubik/detik. Sekarang masih di bawah dari 800 meter kubik per detik terus menurun di angka 500 meter kubik per detik. Pemdes tetap siaga, warga juga diminta lebih bersiap-siap,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *