Kilang Balongan Kembali Beroperasi

oleh -71 views
KEMBALI BEROPERASI: Kilang Pertamina Balongan kembali beroperasi pasca terjadi ledakan dan kebakaran tangki.

INDRAMAYU- Pasca insiden kebakaran di area Tangki T-301, Kilang Balongan Kabupaten Indramayu kembali beroperasi. Corporate Secretary Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Ifki Sukarya menjelaskan, tahapan start-up sudah dimulai sejak 31 Maret 2021 dengan menjalankan kembali primary processing CDU (Crude Destilation Unit). Berikutnya, lanjut Ifki, dilakukan start-up secondary processing unit secara bertahap, mulai dari unit RCC (Residual Catalytic Cracker) yang mengolah residu menjadi produk bernilai tinggi. Tanggal 7 April, lanjutnya, sudah beroperasi normal, serta unit KLBB (Kilang Langit Biru Balongan) yang menghasilkan produk BBM telah beroperasi normal.

“Dengan start-up ini, Kilang Balongan akan memulai operasionalnya dan kembali memproduksi produk-produk kilang, diawali dengan produksi BBM,” jelas Ifki.

Ifki menambahkan, Kilang Pertamina Balongan merupakan kilang dengan kapasitas pengolahan sebesar 125 ribu barrel per hari atau setara dengan 12% dari total kapasitas produksi nasional. Kilang ini memasok kebutuhan BBM untuk DKI Jakarta, Banten dan sebagian Jawa Barat.

Saat belum beroperasi normal, lanjutnya, pasokan BBM untuk Jakarta dipenuhi dari kilang Pertamina lainnya seperti Kilang Dumai,  Cilacap, Balikpapan dan Kilang TPPI Tuban dengan cara memaksimalkan kapasitas produksi. “Pertamina menjamin pasokan BBM tetap aman tanpa perlu melakukan impor tambahan,” tandasnya.

Menurutnya, Kilang Pertamina Balongan memiliki peran strategis dalam menjaga kestabilan pasokan BBM, terutama Premium, Pertamax, dan LPG yang disalurkan ke DKI Jakarta, Banten, sebagian Jawa Barat, dan sekitarnya yang merupakan sentra bisnis dan pemerintahan Indonesia.

“Produk utama Kilang Pertamina Balongan seperti Premium, Pertamax, Pertamax Turbo, Solar, Avtur, LPG, dan Propylene, yang semuanya memiliki kontribusi yang besar dalam menghasilkan pendapatan baik bagi PT Pertamina (Persero) maupun bagi negara,” tutup Ifki. (oni/rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *