Ketua RW Diberikan Inventaris Smartphone

oleh -569 views
APLIKASI SAPA WARGA: Sebanyak 41 ketua RW dan operator desa di Kecamatan Bangodua menerima bantuan barang inventaris smartphone, kemarin (22/11). FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat terkait pelayanan publik yang harus dilaksanakan secara cepat, profesional, transparan, dan lebih mudah, sebanyak 41 ketua Rukun Warga (RW) dan operator (opr) desa di Kecamatan Bangodua diberikan inventaris smartphone.

Inventaris smartphone yang dibagikan setiap pemerintah desa kepada ketua RW bersumber dari anggaran dana Bantuan Provinsi (Banprov) tahun 2019. Dalam pembagian itu juga para ketua RW diberikan pelatihan aplikasi sapa warga. Aplikasi tersebut merupakan aplikasi yang disediakan Pemprov Jabar yang dapat digunakan masyarakat Jawa Barat. Sebagai sarana aduan keluhan masyarakat Jawa Barat, termasuk Indramayu tentang pelayanan publik dan informasi lainnya.

Camat Bangodua, Soidin mengatakan, pembagian smartphone untuk masing-masing ketua RW merupakan upaya mendukung program gubernur Jawa Barat. Melaksanakan program aplikasi sapa warga maka diperlukannya kegiatan pelatihan bagi RW di Kecamatan Bangodua yang difasilitasi pendamping lokal desa. Bertujuan memudahkan interaksi antara pemerintah dan masyarakat.

Lanjut Soidin pelatihan ini sebagai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terjadi saat ini, berdampak pada perubahan menuju era baru yang serba digital teknologi informasi dan komunikasi.

“Aplikasi sapa warga bisa di-download melalui play store, pengguna bisa mengakses informasi publik yang ada di Provinsi Jawa Barat. Jadi bantuan smartphone adalah barang negara invataris. Semoga bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Ketua RW bisa menggunakan aplikasi sapa warga, bisa menunjang kinerjanya dan pemerintah desa dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Sementara, salah satu ketua RW di Kecamatan Bangodua Warsono mengatakan, diberikannya inventaris berupa smartphone, menjadi hal yang baru bagi ketua RW. Pasalnya selama ini ketua RW hanya menjadi penyambung pelayanan publik dari pemdes ke masyarakat. Pemberian inventaris penunjang kinerja menggunakan sistem berbasis android dikatakan Warsono adalah hal yang baru, sehingga membutuhkan bagaimana cara menggunakan aplikasi.

“Butuh pelatihan dan pendampingan apalagi RW kan tidak semuanya melek teknologi dan dari latar belakang profesi yang berbeda,” imbuhnya.

Sebagai ketua RW, Warsono sangat menyambut baik program aplikasi sapa warga. Menurutnya aplikasi yang diluncurkan gubernur Jawa Barat sangat membantu masyarakat dalam pengaduan pelayanan publik, sehingga ini pun akan berdampak pada semakin baiknya pelayanan publik. (oni)