Kendaraan Berat Dilarang Melintas, Tanah Ambles, Jalan Beton Menggantung

oleh -44 views
MENGGANTUNG: Tanggul Waduk Cipancuh yang menjadi akses jalan penghubung Blok Kiarakurung-Sarkamal, Desa Situraja, Kecamatan Gantar ambles, kemarin. FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Infrastruktur rusak dampak banjir besar di Kecamatan Haurgeulis dan Gantar terus bertambah. Setelah jembatan Harko di Desa Haurkolot Kecamatan Haurgelis ambles.

Giliran, jalan kabupaten di Desa Situraja, Kecamatan Gantar terancam tak bisa dilalui. Setelah tanah yang juga bagian dari tanggul Waduk Cipancuh, ambles. Membuat posisi setengah badan jalan cor beton menggantung.

Penurunan tanah tanggul Waduk Cipancuh itu diketahui oleh warga, Selasa (23/2). Akses jalan penghubung Blok Kiarakurung-Sarkamal itu lantas ditutup sebagian.

Kendaraan berat seperti truk angkutan material disarankan tidak melintas. Agar kerusakan tidak bertambah parah. Yang bisa membuat, jalan cor beton menggantung bisa patah.

“Jalan yang ambles sepanjang 3 meter, ketengah 1,5 meter dan dalamnya 50 centimeter,” sebut Pgs Dandim 0616/Indramayu melaui Danramil 1615/Haurgeulis, Kapten Inf Nakromin, kepada Radar Indramayu usai melakukan pengecekan bersama anggota.

Dia membenarkan, kerusakan jalan akibat tanah yang juga berfungsi sebagai tanggul waduk Cipancuh itu mengalami ambles. Berdasarkan informasi warga, tanda-tanda penurunan tanggul sudah diketahui sejak debit air Waduk Cipancuh terus-terusan meluap.

Kondisi ini diperparah oleh ramainya arus kendaraan yang melintas sejak jembatan Harko tidak bisa dilewati. “Jadi ini memang satu-satunya jalan alternatif menuju wilayah timur Kecamatan Gantar. Semua lewat sini sejak jembatan Harko ambles,” terangnya.

Salah seorang warga, Mari menuturkan, akibat tanah ambles itu, lapisan cor beton setebal sekitar 20 centimeter di jalan tersebut terlihat menggantung tanpa penopang tanah dan terancam patah.

Karenanya warga membuat rambu-rambu peringatan darurat agar para pengendara tidak menggunakan lajur utara jalan. “Menggantung karena kan cor betonnya ada besi. Tapi kalau terus-terusan ditekan kendaraan ya bisa patah nantinya,” katanya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *