Kementan Bantu Peternak Sapi Terdampak Banjir

oleh -80 views
BANTU PETERNAK SAPI: Ditjen PKH Kementan memberikan bantuan bagi para peternak sapi terdampak banjir di Bumi Wiralodra, Kamis (11/2). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) memberikan bantuan bagi para peternak sapi terdampak banjir di Bumi Wiralodra.

Bantuan program peduli bencana berupa pakan ternak, obat-obatan dan pelayanan kesehatan hewan disalurkan melalui Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Balai Veteriner (B-Vet) Subang serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Indramayu.

Untuk peternak di wilayah Kecamatan Haurgeulis, serah terima bantuan bertempat di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cipancuh, Kamis (11/2).

“Bantuan pakan, obat-obatan dan pelayanan kesehatan hewan ini untuk peternak yang terdampak bencana banjir. Selain di Kecamatan Haurgeulis, bantuan juga dikirim kepada peternak diwilayah Kecamatan Tukdana,” kata Kepala Disnakkeswan Indramayu, Ir Joko Pramono melalui Kabid Pembibitan dan Produksi Ternak, Anang Rusmana.

Bantuan ini sangat dibutuhkan. Pasalnya, selama bencana banjir peternak kesulitan untuk mencari pakan maupun menjaga keseatan ternaknya. Bahkan sebagian besar mereka memilih mengungsi.

“Harapannya, bantuan ini dapat membantu meringankan kerugian peternak, serta memberikan semangat kepada peternak untuk memulai beternak lagi,” kata Anang Rusmana didampingi Kasie Ruminansia, Tati Hartati.

Koordinator Pemeliharaan Ternak BIB Lembang, Ono Syamyono SPt MSi menyebutkan, bantuan yang diberikan antara lain 11 ton pakan ternak berupa rumput gajah. Dikirim melalui 2 truk ke wilayah Kecamatan Haurgeulis dan Tukdana masing-masing 5,5 ton. Adapun bantuan obat-obatan, vitamin dan vaksin terdiri dari dri 12 jenis.

Sementara Medik Veteriner Madya, Drh Isrok Malikus Sufi mengatakan, V-Bet Subang juga mengirimkan tenaga medis kesehatan hewan untuk turun ke lapangan. “Pelayanan kesehatan ini perlu dilakukan untuk mencegah adanya kemungkinan wabah penyakit hewan ternak akibat dampak banjir,” ujarnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *