Kecewa Pacar Selingkuh, Penjaga SLB Gantung Diri

oleh -257 views

INDRAMAYU – Diduga kecewa karena pacar yang dicintainya selingkuh, Penjaga Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pahlawan, WK (43) ditemukan tewas gantung diri, Rabu (20/1) malam lalu

Kematian korban penderita tuna rungu dan tuna wicara ini sangat mengejutkan. Korban ditemukan rekannya sendiri sesama penjaga sekolah saat bertugas piket malam. 

Dugaan korban nekat gantung diri karena kecewa setelah perempuan yang dicintainya selingkuh. Karena sebelum meninggal, korban sempat memposting di akun Facebooknya tentang kekecewaannya diselingkuhi oleh perempuan yang dipacarinya. 

Keterangan yang berhasil diperoleh, penemuan korban sempat menggemparkan warga setempat.

Pasalnya sebelum ditemukan, sekitar pukul 20.45 WIB istri korban bernama Fuadah dan adiknya dari rumahnya di perumahan Griya Bahari, Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu datang ke sekolah tersebut. Mereka kemudian bertemu Abdul Fakih, rekan kerja korban yang saat itu sedang piket jaga malam. Istri korban menanyakan keberadaan suaminya,  WK karena semenjak pagi hari hingga malam tidak pulang ke rumah. Abdul Fakih menjawab tidak mengetahui keberadaan korban saat itu. 

Tak berapa lama setelah mendapat jawaban tersebut istri korban pulang. Namun setelah istri WK pulang, Abdul Fakih penasaran. Dia lalu bergegas melakukan patroli ke lingkungan sekolah sambil mengecek setiap ruangan sekolah. 

Pada saat membuka pintu gudang, ia terkejut  melihat korban dalam keadaan tergantung dengan kondisi leher terjerat kain warna putih hijau yang sudah meninggal. Melihat itu, dia langsung menghubungi pihak sekolah dan memberitahukan kejadian tersebut. Pihak sekolah pun mendatangi lokasi kejadian termasuk melaporkan kejadiannya ke Polsek Indramayu. 

Polisi segera mendatangi lokasi yang disebutkan usai mendapatkan laporan. Di TKP, polisi dan anggota Inafis Polres langsung melakukan indentifikasi terhadap korban.  

Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kapolsek Indramayu kota AKP H Suhendi membenarkan penemuan tersebut. Menurut dia, dari lokasi penemuan, jenazah korban dibawa ke RSUD Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dan hasilnya, tidak ditemukan adanya luka luar bekas kekerasan. “Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi ,” kata Suhendi. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *