Kader Pengawas Partisipatif Harus Aktif

oleh -29 views
KONSOLIDASI : Anggota Bawaslu Kabupaten Indramayu, Supriadi tengah memberikan materi dalam acara konsolidasi kader pengawas partisipatif, Senin (23/11). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bawaslu Kabupaten Indramayu mengadakan kegiatan konsolidasi kader pengawas partisipatif, Senin (23/11), di Hotel Wiwi Perkasa 2 Indramayu .

Sekitar 40 Kader yang lolos seleksi ini dikumpulkan untuk memperoleh pengarahan lanjutan guna menjadi agen-agen pengawal demokrasi yang handal.

Acara tersebut dibuka langsung oleh Supriadi SH, Anggota Bawaslu Kabupaten Indramayu sekaligus kepala sekolah dari sekolah kader pengawas partisipatif. Supriadi menilai kader yang lolos dan hadir pada hari ini adalah kader pilihan dengan nilai kelulusan terbaik.

Sementara itu, Zaki Himi, perwakilan dari Bawaslu Provinsi Jawa Barat, menyebutkan bahwa kader pengawas partisipatif ini harus serius dan aktif. Sebab terhitung hari ini saja sudah ada sekitar 120 pelanggaran yang ditindak oleh Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Beberapa diantara ada di Indramayu.

“Sekarang saya menemani kawan-kawan di Indramayu untuk menertibkan beberapa Alat Peraga Kampanye (APK) di wilayah Kabupaten Indramayu. Jumlahnya lumayan banyak. Ini perlu perhatian juga oleh kader pengawas partisipatif,” tuturnya.

Zaki Hilmi berharap, agar nantinya ada kader pengawas partisipatif yang berkarier untuk Bawaslu dari tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan.

Acara tersebut dihadiri oleh Narasumber Ahli yang merupakan Dosen Ilmu Hukum UNUSIA dan Kandidat Doktor Undip, Bakhrul Amal. Bakhrul Amal memberikan beberapa pengetahuan terkait demokrasi dan alasan mengapa keaktifan kader pengawas partisipatif itu penting.

“Ada tiga hal demokrasi itu bisa rusak. Pertama adalah karena lemahnya penegakan hukum. Kedua karena maraknya politik identitas sebagaimana ditulis Francis Fukuyama. Terakhir demokrasi juga bisa rusak oleh pemimpin yang terpilih secara demokrasi tetapi kebijakannya anti demokrasi,” tuturnya.

Bakhrul Amal menekankan, apabila kader pengawas partisipatif ini dapat menjadi pengawal demokrasi garda depan. Keilmuan, jaringan, dan pemahaman akan hukum yang diperoleh oleh kader pengawas partisipatif harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat, apalagi saat ini di Indramayu juga sedang dilangsungkan Pilkada.

Acara yang dilangsungkan di Hotel Wiwi Perkasa 2 itu kemudian ditutup oleh Andika Pratama selaku kasubag pengawasan Bawaslu Provinsi Jawa Barat. Andika Pratama cukup bangga dan berharap di luar Bawaslu para Kader Pengawas Partisipatif ini tetap mengasah keilmuan dan solid. (oet)