Jalur Pantura Dikuasai Kendaraan Berat, Tol Cipali Lengang

oleh -73 views
KUASI JALAN PANTURA: Berbagai jenis kendaraan berat tampak keluar masuk Jembatan Sewo Sukra pada hari kedua pemberlakuan larangan mudik, Jumat (7/5). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

Jalur Pantura Indramayu terpantau lenggang di hari kedua pemberlakuan larangan mudik, Jumat (7/5). Minim kendaraan pemudik. Lalu lintas di sepanjang jalan raya dari arah Jakarta maupun Cirebon didominasi kendaraan berat. Seperti truk tronton, trinton, trailer, fuso, kontainer hingga truk gandengan.

KHOLIL IBRAHIM, Indramayu

FENOMENA ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya setiap musim mudik. Biasanya kendaraan berat bersumbu besar dilarang beroperasi, terkecuali jenis kendaraan pengangkut BBM, sembako dan barang hantaran pos. “Aneh juga sebenarnya, kok malah kendaraan berat yang sekarang kuasai jalur pantura. Biasanya ada pembatasan, apa memang dibiarkan tetap beroperasi,” ucap Rifky, salah seorang warga.

Dia membandingan dengan kondisi jalan Tol Cikopo-Palimanan atau Cipali. Arus kendaran di jalan tol yang terbentang sepanjang 116 kilometer yang menghubungkan daerah Cikopo, Purwakarta dengan Palimanan, Cirebon maupun sebaliknya pada hari pertama justru sepi kendaraan berat.

“Saya kemarin lewat Tol Cipali, dari Cikopo keluar Palimanan. Kendaraan berat nyaris tidak terlihat hanya mobil pribadi itu juga bisa dihitung dengan jari. Ternyata truk pada lewat jalur pantura semua ya,” katanya.

Warga lainnya, Nuryani membenarkan. Lengangnya jalur pantura terjadi sejak hari pertama pemberlakukan kebijakan larangan mudik lebaran. Demikian pula dengan dominasi kendaraan berat. “Hari kedua masih banyak yang melintas. Kebanyakan angkutan logistik,” kata dia.

Sementara itu, Kapolres Indramayu AKBP Hafidh Susilo Bambang SIK melalui Kapolsek Terisi Iptu Hendro Ruhanda SH menyatakan, jalur alternatif Cikamurang di wilayah selatan Kabupaten Indramayu bagian selatan juga terpantau sepi arus kendaraan.

Sempat dikhawatirkan menjadi pilihan pemudik yang nekat, nyatanya tidak terjadi.  “Sepi, tidak ada pemudik. Hanya warga lokal saja yang melintas,” ungkap Kapolsek Terisi Hendro Ruhanda. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.