Ini Pelaku Pembunuhan Gadis TikTok Asal Subang

oleh -111 views
pembunuhan-dwi-farica-lestari
Pelaku pembunuhan Dwi Farica Lestari.

DENPASAR – Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis Dwi Farica Lestari (DFL). Perempuan muda asal Subang yang tewas di kamar homestay, Denpasar, Bali.

Pelaku pembunuhan sadis itu, Wahyu Dwi Setyawan (24). Dia membunuh gadis tiktok berstatus janda anak satu tersebut.

Atas perbuatan sadisnya, lelaki kelahiran 24 April 1997 asal Dusun Krajan Lor RT 002 / RW 002 Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur, ini dijerat dengan pasal berlapis.

Baca Juga: Waduh! Seluruh Kecamatan di Indramayu Zona Merah

Selain Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, driver ojek Online (Ojol) ini juga dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 365 ayat (3) KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan orang mati dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali, Kombes Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, Senin (15/2) menjelaskan, fakta menarik dari kasus pembunuhan sadis yang dilakukan tersangka terhadap korban.

Menurut Djuhandhani pelaku dan korban berkomunikasi via Mi-chat pada Jumat 15 Januari. Pelaku dan korban kemudian sepakat untuk berkencan di TKP, Thalia Homestay.

Baca Juga: TNI dan Polri Bersihkan Sampah Bekas Banjir

Setelah janjian, pelaku Wahyu Dwi Setyawan kemudian mendatangi kamar korban di kamar No.1 Thalia Homestay di Panjer, Densel, pada Sabtu malam (16/1).

Setibanya di kamar korban pria beristri ini langsung nego harga sebelum akhirnya menikmati pelayanan seksual dari korban.

Nah, usai nafsu syahwatnya terpuaskan itu lah pelaku kemudian membuhn korban secara sadis. Mulut korban dibekap dan tubuhnya diinjak.

Bukan itu saja, pelaku juga menggorok leher korban menggunakan pisau kerambit yang ia bawa dari kosannya di wilayah Pulau Kawe, Pedungan, Densel.

Baca juga: Pertamina dan Hiswana Migas Bantu Korban Banjir

“Korban belum sempat dibayar oleh pelaku. Pembunuhan dilakukan setelah berhubungan badan. Atau belum sempat transaksi (uang). Sedangkan soal komunikasi intinya mau berhubungan dan bertanya soal tarif. Walaupun akhirnya tawar menawar dilakukan di dalam kamar korban (TKP),” terang Kombes Djuhandhani Rahardjo dilansir Radar Bali.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku langsung kabur melalui balkon belakang kamar korban. Sebelum melarikan diri, pelaku masih sempat mengambil handphone dan dompet yang berisi uang Rp700 ribu milik korban. (rb/mar/pra/JPR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *