Indramayu Menolak Import Beras

oleh -426 views

INDRAMAYU-Pemerintah Kabupaten Indramayu menolak rencana pemerintah melalui Perdagangan untuk melakukan import beras. Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan pemerintah di daerah kepada petani agar dapat menikmati keuntungan dari panen raya pada bulan April nanti.

Hal tersebut disampaikan bupati Indramayu Hj Nina Agustina Dai Bachtiar yang didampingi wakil bupati Indramayu Lucky Hakim, dan Sekretaris Daerah Rinto Waluyo kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (24/3).

Penolakan import beras tersebut, kata Nina sebagai bentuk proteksi kepada petani yang selama ini selalu merugi akibat anjloknya harga gabah dan naiknya harga pupuk.

“Indramayu menolak rencana untuk mengimport beras. Karena hal ini sangat merugikan petani kami,” kata Nina Agustina.

Nina membeberkan data hasil panen Kabupaten Indramayu mencapai 1,7 juta ton per tahun. Sementara, kebutuhan untuk konsumsi warganya hanya 250 ribu ton per tahun dan serapan Bulog mencapai 35 ribu ton per tahun. Kondisi mengakibatkan surplus produksi setiap tahunnya.

“Produksi padi kita sudah surplus, nah kalo ditambah masuknya beras impor akan sangat berdampak bagi petani. Kenapa tidak ditingkatkan pada pengadaan sehingga importnya kita kurangi,” jelas Nina. (oet/dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.