Ibu Tiri di Karangampel Jadi Dalang Bunuh Anak dan Ditenggelamkan di Sungai

oleh -397 views

INDRAMAYU – Warga Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu digegerkan dengan ibu tiri bunuh anak dengan cara ditenggelamkan.

Bocah laki-laki berusia 8 tahun itu, awalnya ditemukan tewas tenggelam di sungai Prawira, Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, pertengahan Agustus 2021.

Rupanya polisi menaruh kecurigaan atas kematian korban. Polisi lalu melakukan penyelidikan, dan akhirnya berhasil mengungkap penyebab kematiannya hingga pelaku yang tega menghabisi MYP.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kapolsek Balongan, AKP Febry H Samosir membenarkan kematian MYP bukan murni kecelakaan, melainkan dibunuh.

Pelakunya adalah ibu tiri yang menyuruh orang lain untuk mengesekusi korban. Kapolsek mengatakan, petugas mencurigai kematian korban, karena melihat kondisi Sungai Prawira.

Sungai tersebut pada bagian hulunya buntu (tidak ada sumber air), mirip kolam. Selain itu, korban bukan warga wilayah setempat, melainkan asal Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.

Sementara alasan korban tenggelam adalah terbawa aliran air dari hulu. Melihat kejanggalan itu, petugas curiga dan menyelidikinya.

Selain hasil tes DNA, petugas melihat kondisi Sungai Prawira dari hulu hingga ke hilir. Kecurigaan tersebut ternyata benar, setelah melakukan penyelidikan, kematian korban bukan akibat dari kecelakaan.

Identitas mayat bocah laki-laki itu akhirnya diketahui. Korban adalah MYP, bocah kelas 2 SD yang tinggal bersama ibu tirinya di Desa Benda, Kecamatan Karangampel. Dari hasil penyelidikan, petugas mencurigai ibu tirinya, SA (21).

Saat diperiksa, SA kemudian mengaku, bahwa dirinya yang membunuh anak tirinya itu (korban red).

Ia menyewa, Sap alias Wading (24) untuk membunuh anak tirinya tersebut. Sap, lalu membawa korban dan membuangnya ke Sungai Prawira, Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, yang jaraknya puluhan kilometer dari rumah SA.

Korban tinggal bersama ibu tiri, nenek dan kakeknya. Ayahnya, MD (25) bekerja di luar kota. (kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.