Hujan, Waspada Hama WBC dan Tikus

oleh -92 views
WASPADA HAMA: Petani sedang memeriksa tanaman padinya dari serangan hama, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Petani diminta untuk mewaspadai perkembangan hama wereng batang coklat (WBC) dan serangan tikus di musim penghujan. Imbauan itu disampaikan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Toto Suharto SP kepada Radar Indramayu, Selasa (19/1). 

Dikatakan Toto, dengan curah hujan tinggi, petani harus mendeteksi sedini mungkin perkembangan hama penggerek batang karena bisa mengamcam pertumbuhan tanaman padi. 

“Saat ini perlu diwaspadai perkembangan hama WBC dan tikus. Petani harus selalu memantau kondisi tanaman padinya jangan sampai lepas dari pantauan karena cuaca seperti ini hama dapat berkembang,” jelasnya. 

Lebih lanjut, dikatakan Toto, petani Indramayu terutama areal pertanian yang letaknya di daerah perbatasan dengan Kabupaten Subang perlu mewaspadai, karena daerah itu sudah banyak tanaman padi yang terserang. Untuk itu, petani harus mengamati perkembangan hama WBC dan tikus.

“Pengamatan harus lebih intensif terutama pada beberapa varietas padi yang sangat rentan terkena serangan hama wereng batang coklat (WBC), jika populasinya sudah diatas 20 ekor perumpun segara lakukan tindakan pengendalian dengan insektisida,” ujarnya.

Selain itu, sambung Toto, keong mas juga bisa jadi ancaman petani saat terjadi banjir karena bisa masuk ke sawah.

Meski demikian saat ini belum ada ancaman perkembangan hama keong mas setelah beberapa hari Indramayu selalu diguyur hujan lebat. “Belum ada laporan ancaman keong mas, tapi kita selalu pantau karena keong mas bisa merusak tanaman padi yang baru beberapa hari tanam, ketika potensi hama ini ya dilakukan gerakan pengendalian,” ungkap Toto. 

Senada dikatakan, Penyuluh Pertanian Ali. Menurutnya, untuk pengendalian keong mas dengan mengambil keong mas dan telurnya di areal persawahan secara gotong royong dengan megunakan pestisida nabati. 

“Jadi tidak usah khawatir ketika keong mas masuk sawah, poktan bersama petani harus secara bersama-sama aktif mengendalikan keong mas di areal persawahan miliknya,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.