Hero Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Ponpes Darussalam Anjatan

oleh -88 views

INDRAMAYU – Anggota DPR-MPR RI Fraksi Partai Demokrat Ir H E Herman Khaeron MSi (Hero), kembali menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggalm. Sosialisasi kali ini berlangsung di Pondok Pesantren Darussalam Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu, belum lama inim

“Semangat jihad merebut kemerdekaan itu lahir dari pondok pesantren. Sejarah panjang itu ternyata ada sumbangsih besar dari para kiyai dan para santri. Maka dari itu, nilai-nilai nasionalisme harus tetap dirawat demi keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” terang anggota DPR-MPR RI Fraksi Partai Demokrat Dapil Jawa Barat VIII

Anggota DPR-MPR RI yang menjabat sejak 2009 hingga sekarang itu, menjelaskan urgensi empat pilar berbangsa dan bernegara. Antara lain untuk menumbuhkan Kesadaran Konstitusional dan memperkuat Ideologi Pancasila Ditengah Pandemi Covid-19 saat ini.

“Salah satu pilar kebangsaan yang penting dan relevan dengan bidang keagamaan semisal pondok pesantren, adalah Pancasila pada sila pertama. Yaitu hidup di Indonesia harus berketuhanan. Tidak boleh ada orang yang hidup di Indonesia tanpa percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” imbuh suami dari Calon Wakil Bupati Kabupaten Indramayu dr Hj Ratnawati MKKK.

Hero yang duduk di Komisi VI DPR-MPR RI itu juga mengingatkan kepada Masyarakat Kecamatan Anjatan agar memegang nilai Bhinneka Tunggal Ika, yaitu saling menghargai perbedaan. Meskipun berbeda-beda tapi tetap satu. Menjunjung tinggi UUD ’45, serta menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Segenap masyarakat Kecamatan Anjatan Kabupaten Indramayu sangat antusias menyambut kehadiran salah satu kader terbaik Partai Demokrat itu. Semua peserta yang hadir tetap menerapkan protokol kesehatan Pandemi Covid-19.

Selain sosialisasi empat pilar kebangsaan, pria yang akrab disapa Kang Hero itu juga menyerap aspirasi masyarakat.Terutama tentang kelangkaan pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Anjatan yang masih belum memadai untuk kebutuhan para petani.

“Saya siap menampung aspirasi dari masyarakat Anjatan tentang kelangkaan pupuk subsidi. Saya memang tugas di komisi VI mengawasi BUMN. Oleh karena itu, nanti saya akan sampaikan kepada PT Pupuk Indonesia agar bisa mencarikan solusinya,” pungkasnya. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *