Harga Gabah Diprediksi Terus Naik

oleh -135 views
TERUS NAIK: Harga gabah diprediksi terus mengalami kenaikan sampai triwulan pertama tahun depan. FOTO: ISTIMEWA

INDRAMAYU-Harga gabah diyakini bakal terus mengalami tren kenaikan. Harganya ditaksir menembus Rp600 ribu per kuintal. Saat ini, harga gabah kering giling sudah di kisaran Rp5400-5500/kg.

Harga di tingkat petani itu lebih tinggi dibandingkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2020 tentang Penetapan HPP untuk Gabah atau Beras, GKP di tingkat petani mencapai Rp4200 per kg dan di penggilingan seharga Rp4250 per kg.

Bandar gabah, Rustono mengatakan, pergerakan harga gabah bakal cenderung naik sampai triwulan pertama tahun depan. Hal ini disebabkan beberapa faktor.

Pertama, tuntasnya panen padi musim gadu. Kedua, stok gabah ditingkat petani terus berkurang. “Ketiganya, petani yang masih punya simpanan gabah memilih tunggu jual sampai harganya melambung,” katanya kepada Radar, Selasa (15/12).

Potensi permintaan pada bulan-bulan ketika produksi minim membuat petani cenderung menyimpan hasil panennya sebagai stok. Dengan demikian, mereka bisa memetik keuntungan ketika stok di lapangan menipis.

Jikapun terpaksa dijual, lantaran terdesak kebutuhan. Seperti untuk modal tanam musim rendeng dan pemupukan. “Nanti pasti dijual juga. Buat modal tanam atau biaya sekolah anak,” ujarnya.

Rustono mengungkapkan, meski gabah naik, harga beras relatif stabil. Di kisaran Rp9 ribu-10 ribu/kg. Kondisi ini terjadi karena stok beras masih menumpuk ditingkat penggilingan maupun para pedagang.

Hal itu dibenarkan Yani, salah seorang pedagang beras. Menumpuknya stok beras, akibat permintaan berkurang. Diyakini dampak adanya bantuan sosial (bansos) dari pemerintah maupun swasta.

“Sejak ada bansos, penjualan beras stagnan malah cenderung turun. Jadi stok banyak, mau naikin harga juga gak bisa,” tuturnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *