Harga Bumbu Dapur Naik, Warung Nasi Untung Tipis

oleh -147 views
MASIH UNTUNG: Karwayan warung nasi di Desa Sindang sedang melayani pelanggannya, kemarin. Warung nasi terkena imbas kenaikan harga sejumlah bumbu dapur. FOTO: JAMAL/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Harga cabai dan sejumlah bumbu dapur yang naik dua kali lipat berdampak pada pengusaha warung nasi di Indramayu. Pendapatan dari keuntungan penjualan usaha warung yang biasanya stabil sebelum kenaikan, sekarang menjadi turun.

“Naiknya harga cabai, bawang, dan sejumlah bumbu lainnya membuat penghasilan warung nasi kami jadi tipis. Tapi kami tidak berniat menaikkan harga per porsi nasinya. Paling kami sedikit kurangi takaran lauknya saja. Nanti kalau Lebaran, baru bisa kita naikkan harganya,” tutur Pedagang Warung Nasi Dua Putri di Desa Sindang, Sutiah (50).

Khusus untuk harga sambal, lanjut Sutiah, ada kenaikan dari harga dari Rp2 ribu menjadi Rp3 ribu. Jika ada yang beli Rp2 ribu tetap dilayani, hanya saja takarannya dikurangi.  

“Sambal kan bahan dasarnya cabai, sedangkan cabai sekarang harganya melambung tinggi. Harga cabai ceplik sekarang bisa mencapai Rp60 ribu per kilo, dari sebelumnya hanya Rp20 ribu sampai Rp30 ribu. Cabai merah mencapai Rp40 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp20 ribu,” katanya di sela jualan.

Selain itu, kata Sutiah, harga bawang merah naik di kisaran Rp20 ribu/kg sampai Rp26 ribu/kg. Tergantung ukuran bawangnya.

Harga bawang putih sendiri, lanjtunya, menjadi Rp28 ribu, yang sebelumnya lebih murah dua kali lipatnya.

Dikatakan Sutiah, mendekati bulan Ramadan, tahun baru, dan Lebaran harga-harga pasti mengalami kenaikan. “Kita berharap harga cabai, bumbu dapur, dan sembako lebih murah dan turun harga. Kalau bisa stabil jangan naik turun. Supaya keuntungan juga tetap bagus,” pungkasnya. (jml)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *