Gelar Syukuran Sederhana, Pilih Segera Turun ke Sawah

oleh -141 views
SELAMAT: Calwu terpilih Tato menerima ucapan selamat dari warga usai dinyatakan menang Pilwu Desa Limpas, Kecamatan Patrol, Rabu (2/6). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

Sikap bijak ditunjukkan para calon kuwu (calwu) terpilih usai dinyatakan menang Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak, Rabu (2/6). Mereka memilih untuk cooling down atau mendinginkan suasana agar kembali tenang. Tidak euforia atau larut dalam pesta kemenangan yang berlebihan.

KHOLIL IBRAHIM, Bongas

SALAH seorang calwu terpilih, Tato, bersyukur atas kemenangan yang kembali diraihnya pada Pilwu Desa Limpas, Kecamatan Patrol. Rasa syukur diwujudkannya dengan mengadakan doa bersama dengan keluarga besar, tetangga, para pendukung serta elemen masyarakat di desanya.

Tidak ada pesta di kediamannya. Tato bersama istri, hanya menggelar open house untuk menerima ucapan selamat. Protokol kesehatan Covid-19 pun tetap diterapkan. “Tidak ada pesta-pesta. Ya begini-begini aja, terima warga yang datang bertamu. Makan, minum kopi bareng,” ucapnya.

Bapak satu orang anak kelahiran 12 Januari 1980 ini menyatakan, kemenangan ini berkat dukungan semua pihak dan doa yang dikabulkan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ia pun mengajak calon kuwu (calwu) yang lain beserta para pendukungnya untuk merajut kembali persatuan. Pihak yang menang wajib merangkul yang kalah dan yang kalah diminta untuk legowo. “Kepengennya sih kita datangi calon yang lain untuk silaturahmi, tapi situasinya kayanya masih panas. Mungkin lain waktu,” ujar suami Sri Adijah ini.

Sembari itu, Tato berupaya meluangkan waktunya untuk menelpon atau berkirim pesan kepada sejumlah koleganya secama calwu yang maju di desa lain namun gagal terpilih. “Membesarkan hati teman-teman calwu yang belum diberi kesempatan untuk melanjutkan program pembangunan desa. Makanya kita juga tidak mau neko-neko merayakan kemenangan. Biasa saja,” tuturnya.

Serupa juga terlihat di kediaman Kadir, calwu Desa Bongas terpilih. Tidak ada aktivitas yang berlebihan. Bahkan, pria kelahiran 6 Agustus 1981 ini melarang masa pendukung untuk melakukan konvoi dijalanan. “Tidak boleh. Biasa saja, jangan aneh-aneh,” katanya.

Menang untuk kedua kalinya, tidak membuat dirinya jumawa. Justru Kadir berencana sehari-dua hari kedepan ingin langsung kembali turun ke sawah. Bersama para petani mengupayakan ketersediaan air di musim tanam gadu tahun ini.

“Kepikiran sawah terus. Soalnya pasokan air lagi terkendala sekarang. Harus secepatnya diatasi supaya tidak terjadi gagal tanam apalagi gagal panen,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.