Gadis Yatim Piatu Berjuang Mencari Keadilan, Dicibir Tetangga dan Dijauhi Keluarga

oleh -1.500 views
FQ ketika berbincang bersama Radar Cirebon di kantor hukum Dwiko Adrians and Partners (DAP) Law Office di Kedawung, Jumat lalu (18/10). FOTO:ADE GUSTIANA/RADAR CIREBON

Berjalannya waktu, FQ sempat tertimpa musibah. Juni 2017, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kedua kakinya tidak bisa digerakkan. FQ terpaksa harus dirawat di rumah sakit selama 5 hari. Saat itu yang menanggung seluruh beban dan biaya rumah sakit adalah kakak perempuannya yang juga telah meninggal dunia di tahun yang sama karena penyakit kanker.

FQ yang masih mengandalkan sang kakak untuk kesembuhannya terpaksa harus mandiri. Biaya untuk berobat, sudah tidak lagi ada yang mencukupi. Saat itu, ekonomi keluarga mereka mulai genting. Tiba-tiba, pelaku DA yang selama 4 tahun hilang kontak, kembali datang dan menawarkan bantuan. FQ menolak hingga pada akhirnya pelaku terus memaksa.

Dengan alasan sedekah yang disampaikan pelaku, FQ menerima uang belas kasihan tersebut sebesar Rp200 ribu. Selama beberapa bulan, pelaku rutin mentransfer uang kepada FQ. Besarannya antara Rp200.000 hingga Rp500.000. Namun niat ikhlas itu hanya sekadar ucapan. Sebelum akun Google Mail diretas, pelaku terlebih dahulu meminta foto telanjang FQ melalui pesan WhatsApp. Jelas permintaan itu ditolak, sebelum sampai akhirnya pelaku meretas akun tersebut. (ade)

No More Posts Available.

No more pages to load.