Dulu Desa Cangkingan Dikenal karena Warem-nya, Sekarang Jadi Desa Digital

oleh -327 views
TERBAIK : Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu merupakan desa digital pertama di Indramayu. Saat ini, siap menjadi desa terbaik di Jawa Barat. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Dulu ketika mendengar nama Desa Cangkingan, orang langsung teringat dengan warem (warung remang-remang)-nya, yang merupakan “wisata malam” desa tersebut. Deretan warem berjajar di tepi jalan raya hingga masuk gang, menyediakan aneka minuman dengan pelayan para wanita cantik.

UTOYO PRIE ACHDI, Kedokanbunder

TAPI kondisi saat ini sangat berbeda dan berbalik 180 derajat. Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, sekarang justru menjadi desa yang mengalami kemajuan pesat. Bahkan telah menjadi “Desa Digital” pertama di Kabupaten Indramayu, dan siap menjadi desa terbaik di Jawa Barat. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi Kabupaten Indramayu.

Perubahan berawal tahun 2000-an, ketika Bupati Yance (Dr Irianto MS Syafiuddin) mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Larangan Minuman Beralkohol. Sejak saat itulah, satu per satu warung remang-remang tumbang. Meski kemudian ada yang main kucing-kucingan, pada akhirnya menghilang secara alamiah.

Sekerang Desa Cangkingan Berubah. Jauh dari kesan negatif. Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu siap menjadi desa terbaik di Jawa Barat. Ini menyusul masuknya desa tersebut dalam 5 besar lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat. Desa Cangkingan siap berkompetisi di level Jabar.

Untuk menghadapi kompetisi ini, segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Mulai dari dokumen administrasi hingga tempat untuk kunjungan lapangan di beberapa lokus penilaian.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Drs Sugeng Heriyanto MSi, ketika berlangsung persiapan presentasi (ekspose) dengan Kepala Desa Cangkingan yang berlangsung di Aula Kantor DPMD Indramayu, Jumat (18/6).

Sugeng mengungkapkan, Desa Cangkingan berhasil masuk dalam 5 besar lomba desa/kelurahan karena banyak memiliki potensi dan juga inovasi. Desa ini punya komitmen “Membangun Desa Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi” yang akan bertranformasi menjadi “Desa Digital”.

Dengan luas wilayah sekitar 516.918 hektar dan jumlah penduduk 8.055 jiwa, Desa Cangkingan memiliki visi Cangkingan Hebat, Juara, dan Bermartabat. Visi tersebut menjadi suatu komitmen bersama dari seluruh pihak yang ada di Desa Cangkingan.

Hal yang sangat luar biasa, Desa Cangkingan juga memiliki 6 misi yang terus dijalankan dan dikembangkan. Penjabaran misi ini dituangkan dalam berbagai program kerja dan kegiatan yang ada di desa tersebut dengan 6 pilar smart, yakni smart government, smart economy, smart living, smart people, smart village, dan smart heritage. “Dari enam smart ini semuanya secara bertahap untuk dijalankan dengan melibatkan masyarakat,” kata Sugeng di ruang kerjanya.

Sejumlah inovasi yang telah dilakukan oleh Desa Cangkingan yaitu telah memiliki website desa, aplikasi layanan mandiri, tower kawasan, pengukuran aset dan batas desa, dan yang terbaru desa tersebut mampu membuat mesin anjungan layanan mandiri untuk pelayanan administrasi kependudukan.

“Beberapa inovasi yang sudah diluncurkan di bidang pemerintahan tersebut menjadikan Desa Cangkingan sebagai Desa Digital pertama di Kabupaten Indramayu,” tegas Sugeng.

Sugeng menambahkan, Desa Cangkingan terus melakukan berbagai kegiatan dalam bidang kemasyarakatan dengan melibatkan peran serta masyarakat setempat.

Yakni berupa budi daya dan pelatihan untuk bisa mengembangkan kemampuan dan potensi masyarakatnya. Sehingga, diharapkan bisa meningkatan perekonomian masyarakat setempat.

Budi daya yang telah dikembangkan diantaranya jangkrik, sapi, domba, maggot, dan lainnya. Sedangkan jenis pelatihan yang dikembangkan yaitu las, UMKM pembuatan kulit lumpia, komputer, menjahit, dan tata rias.

“Bersama dengan PKK, Desa Cangkingan terus lakukan budidaya dan pelatihan untuk mengembangkan perekonomian warganya,” terang Sugeng.

Sementara itu, Kepala Desa (Kuwu) Cangkingan, Didi Wahyudi mengatakan, ikhtiar untuk mewujudkan sebagai desa terbaik di Jawa Barat terus dilakukan oleh berbagai pihak di desanya. Output dari pembangunan yang dilaksanakan sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Menurut Didi, pendapatan per kapita masyarakat mengalami peningkatan pada tahun 2020 lalu bila dibandingkan tahun 2019 sebelumnya. Begitupun pada angka pengangguran di desanya, pada tahun 2020 lalu mengalami penurunan drastis bila dibandingkan tahun 2019.

“Keinginan masyarakatnya untuk maju dan berubah sangat luar biasa. Menjadi desa terbaik adalah impian dan harapan bersama. Bukan hanya untuk lomba desa, tapi ini merupakan ikhtiar dalam aplikasi nyata dalam kehidupan masyarakat Desa Cangkingan,” ungkap Didi Wahyudi.

Seperti diketahui, Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder masuk dalam 5 besar pada lomba desa/kelurahan tingkat Provinsi Jawa Barat.

Desa Cangkingan harus bersaing dengan 4 desa lainnya yaitu Desa Cipanas Kabupaten Cianjur, Desa Ciburial Kecamatan Cimenyan Kabupaten Bandung, Desa Cibuluh Kecamatan Tanjungsiang Kabupaten Subang, dan Desa Kaso Kecamatan Tambaksari Kabupaten Ciamis.

Sedangkan tingkat kelurahan yang masuk 5 besar yaitu Kelurahan Purwaharja Kota Banjar, Kelurahan Cisarua Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Kelurahan Tanah Baru Kecamatan Beji Kota Depok, Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi, dan Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.