Diguyur Hujan, Jalan Balas Mirip Kubangan

oleh -63 views
jalan-balas-mirip-kubangan
Pengguna jalan berupaya menghindari lubang yang terisi air hujan di Jalan Balas Graha. Foto: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU – Diguyur hujan, Jalan Balas Graha, perbatasan antara Desa Telukagung Kecamatan Indramayu dan Desa Lobener Lor Kecamatan Jatibarang, mirip kubangan.

Kondisi jalan yang berlubang cukup lebar dan dalam dengan digenangi air hujan terpantau, Minggu (3/1).

Padahal, jalan poros kabupaten tersebut merupakan akses jalan alternatif utama warga di Kecamatan Jatibarang dan Indramayu ke wilayah Kecamatan Lohbener.

Pantauan di lapangan, akses masuk jalan kondisi sudah bagus dan dicor beton. Namun, ketika berada di perbatasan jalan wilayah Desa Lobener Lor Kecamatan Jatibarang dan Desa Telukagung Kecamatan Indramayu kondisi masih belum tersentuh perbaikan bahkan semakin parah. Pengendara harus menerjang kubangan air di sepanjang jalan.

“Kalau panjang Jalan Balas lebih kurangnya 1 kilometer. Wilayah Telukagung sudah dibeton tinggal wilayah perbatasan saja belum, sekarang nambah parah, hampir sepanjang jalan berlubang,” ucap salah seorang staf kelurahan Lobener Lor, Toto.

Menurut Toto, Jalan Balas Graha adalah jalur utama masyarakat di Kabupaten Indramayu yang banyak dilintasi kendaraan roda dua ataupun ronda empat.

“Jalan Balas Graha menjadi alternatif jalan warga yang berprofesi sebagai pedagang atau masyarakat yang pergi berbelanja ke Pasar Bangkir Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener, karena bila melewati jalan utama bisa memakan waktu perjalanan hingga lebih dari setengah jam, namun melewati Jalan Balas hanya menepuh waktu 15 hingga 20 menit saja,” ungkapnya.

Toto mengimbau kepada pengguna jalan harus berhati-hati ketika memacu kendaraannya terutama kendaraan roda dua. Mengingat, banyak lubang sepanjang Jalan Balas.

“Semoga saja perbaikan bisa di lanjutkan oleh pemerintah daerah, kalau bisa cor beton lagi, agar akses perjalanan warga lebih nyaman dan bisa bertahan lama,” harapnya.

Sementara itu, warga setempat, Nurman (46) mengatakan, keluhan bukan saja datang dari pengguna jalan tetapi juga warga.

Pihaknya berharap pemerintah daerah atau instansi terkait dapat melakukan perbaikan agar kondisi jalan lebih layak untuk dilintasi warga. “Ya prihatin sekali pengguna jalan harus pelan-pelan sekali, dan pilih jalan yang tidak tergenang, dari kedua arah ini rawan terjadi tabrakan,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *