Diduga Alami Stall, Pesawat Sriwijaya Air 182 Jatuh dengan Kecepatan 663 Km/Jam

oleh -172 views
analisa-flight-radar-24-vincent-raditya
Tangkapan layar Youtube Captain Vincent Raditya.

PESAWAT Sriwijaya Air SJ 182 diperkirakan jatuh menghujam laut dengan kecepatan 663 kilometer per jam. Hal itu, mengacu analisa Capt Vincent Raditya.

Seperti diketahui, Capt Vincent Raditya melakukan analisa pada data Flight Radar 24 terkait penerbangan Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak.

Disebutkan dia, pada saat pesawat berada di sekitar Kepulauan Seribu, seharusnya ketinggian sudah berada di 12 atau 13 ribu kaki.

Baca Juga: Ini Dia, Rekaman Video Pramugari dan Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 sebelum Terbang

Namun yang terjadi pesawat justru dive down dari ketinggian 10 ribu kaki ke 250 kaki hanya dalam rentang waktu satu menit.

Saat altitude berada di 8.125 ft, ground speed kembali turun menjadi 192 KTS. Bahkan ada kemungkinan speed berada di bawah 170 KTS.

Masih dalam rangkaian kejadian itu, ketinggian kembali berubah menjadi 5.400 ft, dengan ground speed 115 KTS.

Menurut Captain Vincent, terindikasi pesawat ini terkena full stall. Dan akan sangat sulit sekali untuk recover.

Baca Juga: Begini Rancangan Pesawat Masa Depan agar Penumpang Selamat saat Kecelakaan

Pada kejadian selanjutnya, Captain Vincent membuka indikasi yang merupakan kemungkinan titik pesawat jatuh ke kanan dengan kecepatan yang sangat ekstrem yakni 358 KTS dan altitude pada 250 kaki.

Dalam satuan kilometer per jam 358 KTS setara dengan 663 KPJ. “Inilah yang bisa saya baca dengan pengalaman saya di aviasi. Saya hanya bisa memberikan gambaran dan data. Karena banyak yang penasaran dengan arti dari data ini,” jelasnya, seperti dilansir dari Youtube Captain Vincent.

Vincent berharap, hal ini dapat memberikan indikasi awal apa yang terjadi di Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Dia mengingatkan bahwa analisis yang dilakukan bukan terkait penyebab kecelakaan.

“Jadi saya ingatkan saya tidak akan membahas apa kira-kira penyebabnya. Saya hanya membahas apa data yang ada di Flight Radar 24,” kata Vincent membuka penjelasannya.

Dia pun mengingatkan bahwa data di Flight Radar bisa saja salah. Belum tentu akurat. Walaupun bisa dikatakan sebagai good indicator of what happened. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *