Didoakan Sesepuh, Keluar-Masuk Lewat Pintu Belakang

oleh -131 views
DIDOAKAN SESEPUH: Mantan Kuwu Limpas, Tato kembali mendaftarkan diri menjadi balonwu pada Pilwu Serentak 2021, Selasa (9/3).

Beragam ikhtiar dilakukan warga yang berniat maju mencalonkan diri pada Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak di Kabupaten Indramayu tahun 2021. Agar tahapan demi tahapan dapat dilalui dengan baik. Pun ketika hendak mendaftarkan diri menjadi bakal calon kuwu (balonwu).

KHOLIL IBRAHIM, Patrol

TAK terdengar hiruk pikuk para pendukung. Suasana menjelang keberangkatan Tato (40) menuju sekretariat Panitia Pilwu Desa Limpas, Kecamatan Patrol justru berlangsung khidmat, Selasa (9/3). Diiringi doa bersama para sesepuh, orang tua, keluarga da tetangga.

Kompak mengenakan baju batik biru tua dan bawahan warna hitam, ketiganya lantas dikawal berangkat menuju kantor desa. Berjalan kaki. Tidak lewat jalan utama. Tapi memutar melalui gang-gang desa.

Sama seperti saat keluar rumah. Tiba di kantor desa Limpas, Tato, didampingi istri Sri Adijah dan anak laki-lakinya juga memilih masuk lewat pintu belakang. Ketiganya serta dua orang pendamping diarahkan panitia masuk keruangan pendaftaran.

Pria kelahiran 12 Januari 1980 ini berniat kembali maju mencalonkan diri untuk kedua kalinya. Setelah menuntaskan pengabdian sebagai Kuwu Limpas periode 2015-2021.

“Keluarga, orang tua dan masyarakat mendorong saya untuk kembali maju. Melanjutkan program pembangunan desa yang belum tuntas. Masih banyak kurangnya,” ujar dia.

Berbeda saat pencalonan pertamanya. Untuk yang kedua kalinya ini, dia mengaku banyak dibantu masyarakat. Terutama para sesepuh. Hingga banyak pula yang menyarankan untuk melakoni berbagai ikhtiar. Tidak sembrono seperti waktu pertama kali nyalon.

“Dulu mah waktu daftar sendirian saja bawa motor ke kantor desa. Selon saja. Modal nekat. Sekarang alhamdulillah banyak yang bantu. Ikhtiar kita lakoni sepanjang tidak bertentangan dengan syariat Islam,” kata pria yang sejak menjabat Kuwu Limpas ini gemar puasa sunah Senin-Kamis.

Menurut Tato, Pilwu Serentak di tengah pandemi Covid-19 sangat membatasi ruang geraknya demikian pula masyarakat. Agar tidak terjadi penularan virus corona. Karenanya, setiap tahapan Pilwu, akan dijalaninya dengan penerapan protokol kesehatan ketat. Seperti saat mendaftar, tidak ada pengerahan masa.

Sebagai mantan ketua Satgas Penanganan Covi-19 tingkat Desa Limpas, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Wiralodra Indramayu ini sangat mendukung Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro.

“Sebisa mungkin saya memberi contoh, agar jangan sampai PPKM tidak berjalan gara-gara Pilwu. Apalagi sampai muncul kluster baru. Mohon doa dan dukungannya,” pungkas Tato. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *