Desak BBWS Citarum Bangun TPT Cipunagara

oleh -18 views
TINJAU LOKASI: Petugas BBWS Citarum meninjau lokasi tebing Sungai Cipunagara yang longsor di Desa Baleraja Kecamatan Gantar, Selasa (23/2). FOTO: KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Musibah tebing longsor Sungai Cipunagara di wilayah Kecamatan Gantar direspons Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum. Dua petugas diturunkan untuk meninjau kondisi tebing yang longsor di Desa Baleraja, Selasa (23/2).

Kedatangan petugas BBWS Citarum ditemani pamong desa setempat. Mereka berada di lokasi sekitar satu jam. Sejak pukul 10 pagi. Namun belum diketahui langkah apa yang akan dilakukan untuk menangani longsornya tebing yang sebelumnya juga terjadi di Desa Bantarwaru.

Hingga membuat sebanyak 7 KK dari dua blok dievakuasi. Lantaran gerusan longsor makin mendekati rumah-rumah warga. “Hasil peninjauan belum tahu. Kita belum mendapatkan laporannya,” ungkap Pj Camat Gantar, Drs Edy Wahyono.

Kedatangan petugas, ungkap dia, merupakan permintaan langsung PLH Bupati Indramayu. Setelah pihaknya melaporkan musibah tebing longsor itu kemarin. “Kebetulan BBWS lagi menggarap proyek Bendungan Sadawarna. Diperbatasan Gantar-Sumedang. Satu jam dari lokasi. Langsung turun,” ujarnya.

Pihaknya berharap, longsornya tebing Sungai Cipunagara mendapat penanganan segera. Harapan serupa juga disampaikan Yayat, tokoh masyarakat Kecamatan Gantar.

Dia mendorong pihak BBWS Citarum melakukan pembangunan tembok penahan tebing (TPT) disepanjang aliran sungai Cipunagara. Terutama dilokasi yang sudah kritis, rawan longsor.

Agar tidak ada lagi masyarakat yang harus mengungsi atau direlokasi. “Kami minta pada BBWS Citarum agar pembangunan TPT diprioritaskan. Untuk menyelamatkan pemukiman warga dari bencana longsor,” katanya.

Yayat mengaku dapat merasakan suasana kebatinan dari masyarakat yang bermukim di sekitar aliran Sungai Cipunagara. Mereka selalu dihantui bencana longsor pada saat musim penghujan. ”Ini memang faktor alam tetapi kita juga tidak boleh tinggal diam. Yang terpenting adalah bagaimana kita meminimalisir faktor alam itu,” pungkasnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.