Desa Cangkingan Jadi Tempat Studi Komparatif Desa di Jabar hingga Luar Jawa

oleh -40 views
DESA DIGITAL: Pemdes Cangkingan menerima kunjungan perangkat desa dari Tasikmalaya dan Jambi untuk melakukan studi komparatif penerapan Desa Digital, kemarin.FOTO: ISTIMEWA

Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder dikenal sebagai Desa Digital. Tidak hanya oleh masyarakat Indramayu, tetapi juga diakui daerah lain di Jawa Barat (Jabar). Bahkan, terkenal hingga luar Pulau Jawa.

UTOYO PRIE ACHRI, Kedokanbunder

KESIBUKAN jajaran Pemdes Cangkingan bertambah. Pasalnya, setelah menjadi desa terbaik ke-3 di Jawa Barat pada ajang lomba desa tahun 2021, Desa Cangkingan banyak dikunjungi perangkat (pamong) desa. Tidak hanya perwakilan desa dari Jawa Barat tetapi juga dari luar Pulau Jawa.

Terbaru, Cangkingan yang terkenal sebagai Desa Digital dikunjungi perangkat desa dari Kabupaten Merangin Provinsi Jambi dan Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat secara bersamaan.

Para perangkat desa itu, melalukan studi komparatif di Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder Kabupaten Indramayu.

Kedatangan pamong desa dari dua kabupaten yang berbeda itu ingin belajar lebih banyak tentang apa dan bagaimana ‘Desa Digital’ itu.

Dipilihnya Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder sebagai tempat studi komparatif karena di desa tersebut merupakan desa digital pertama di Kabupaten Indramayu.

Bupati Indramayu Nina Agustina melalui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu Sugeng Heryanto, menjelaskan, pihaknya sangat bangga dengan adanya Desa Cangkingan yang telah bertransformasi menjadi Desa Digital dalam menjalankan tata pemerintahan, layanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat.

“Dengan menerapkan digitalisasi desa, banyak manfaat yang bisa dirasakan baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” kata Sugeng.

Sugeng menambahkan, saat ini dari jumlah 309 desa, semuanya telah terkoneksi dengan internet untuk menjalankan Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) dan profil desa/kelurahan (Prodeskel).

Selanjutnya, desa-desa tersebut didorong secara bertahap untuk menambah berbagai aplikasi, sehingga konsep Lebu Digital (Le-Dig) atau Desa Digital bisa diterapkan di semua desa.

Sementara itu, Ketua Tim Penyelenggara Ahmad Yusup mengatakan, dipilihnya Desa Cangkingan Kecamatan Kedokanbunder untuk dijadikan tempat studi komparatif karena desa tersebut telah menerapkan sistem pelayanan masyarakat berbasis digital dan telah menjadi desa terbaik sehingga dijadikan sebagai tempat belajar.

Para peserta yang belajar adalah operator desa, kaur keuangan, dan kaur umum dari desa yang ada di Kabupaten Merangin yang berjumlah sekitar 50 orang.

Sementara itu Kuwu Cangkingan, Didi Wahyudi dalam paparannya menjelaskan, penerapan Desa Digital yang telah dilaksanakan di desanya sampai saat ini masih terus dikembangkan.

“Sistem yang sudah dijalankan terus kita modifikasi dan kembangkan apalagi saat ini kami tengah menjalankan kawasan digital, sehingga tidak hanya Desa Cangkingan di Kecamatan Kedokanbunder yang menerapkan desa digital ini,” tegas Didi.

Setelah diterima di kantor Kecamatan Kedokanbunder, selanjutnya para perangkat desa ini langsung melihat kondisi di Desa Cangkingan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.