Dedi Wahidi Kunjungi Desa Rawan Rob

oleh -54 views
KUMUH: Anggota Komisi V DPR RI H Dedi Wahidi bersama pihak BBWS Cisanggarung saat berkunjung ke desa-desa rawan rob di Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Senin (23/11). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKB, H Dedi Wahidi melakukan kunjungan ke sejumlah desa rawan rob di Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Senin (23/11).

Diantaranya Desa Eretan Wetan, Eretan Kulon, Desa Ilir, dan Desa Parean Girang. Dedi Wahidi juga didampingi Kepala BBWS Cisanggarung Anang Muchlis.

Desa-desa tersebut memang kondisinya terlihat sangat kumuh. Banyak rumah penduduk yang berdampingan langsung dengan bibir partai. Sehingga ketika air pasang, atau biasa disebut banjir rob, air laut masuk kedalam rumah penduduk.

Kunjungan pertama dilakukan di Pantai Eretan Wetan. Dedi Wahidi mengatakan, di desa ini rencananya akan rencananya akan dilakukan eminjaman beco ampibi untuk peninggian tanggul pantai.

Selain itu, juga akan dilakukan pembangunan breakwater pada tahun 2021. Sementara untuk Desa Eretan kulon, diusulkan peninggian jalan tepi pantai dan pembangunan breakwater.

Salah seorang warga Desa Eretan Kulon RT 01 RW 01, Nano (50) mengatakan, baginya banjir rob itu sudah biasa terjadi dua hingga tiga kali dalam sebulan. Ia pun berharap bisa dilakukan pembangunan tanggul atau break water di sekitar pantai untuk melindungi rumah mereka dari banjir rob.

Sementara, dalam sesi dialog bersama masyarakat nelayan di Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur, terungkap kalau masyarakat setempet memang menginginkan adanya pembangunan di kawasan pesisir. Baik itu pembangunan break water, perbaikan kali atau sungai menuju muara, hingga pembangunan pangkalan pendaratan ikan (PPI) atau pelabuhan.

Seperti diungkapkan Kuwu Desa Ilir Kecamatan Kandanghaur, Rastiman alias H Wahab. Menurutnya, Desa Ilir memiliki Muara Sumber Mas, namun kondisinya sangat tidak layak. Padahal 70 warga desanya merupakan nelayan. H Wahab berharap di Muara Sumber Mas bisa dibangun pelabuhan. Selain untuk pendaratan kapal, juga mampu untuk mencegah banjir.

“Kalau disini dibangun pelabuhan maka kapal-kapal akan mendarat disini. Ini juga akan mengurangi para nelayan untuk ‘jajan’ di luar, ketika mereka harus mendarat di daerah lain,” ujarnya.

Menanggapi keinginan warga tersebut, H Dedi Wahidi menyatakan sangat mendukung. Menurutnya, sejumlah desa pesisir memang akan segera dibangun break water pada tahun 2021 seperti di Desa Limbangan dan Dadap Kecamatan Juntinyuat. “Kita tentu akan tindaklanjuti keinginan warga, dan akan saya usulkan kepada pemerintah melalui pihak BBWS,” ujar Dewa, sapaan Dedi Wahidi.

Kepala BBWS Cisanggarung, Anang Muchlis mengatakan, untuk pembangunan breakwater di Desa Eretan Wetan memang akan segera dilakukan karena sudah ada desainnya. Sedangkan untuk di Ereta Kulon belum ada desainnya. “Untuk usulan pelebaran sungai dan pembuatan jety di muara Sumber Mas juga belum ada desainnya. Tolong dibuatkan desainnya dulu, kemudian diusulkan, agar bisa cepat dibangun,” ujar Anang. (oet)