Datangkan Kelapa dari Luar Daerah

oleh -64 views
DARI LUAR DAERAH: Pedagang kelapa muda laris manis diburu pembeli selama bulan puasa. Produksi lokal minim, mereka memilih mendatangkan kelapa muda dari luar daerah. FOTO; KHOLIL IBRAHIM/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Omzet pedagang kelapa muda selama bulan puasa melonjak tajam. Sayangnya, rezeki nomplok berkah bulan Ramadan tak dinikmati para petani kelapa di Bumi Wiralodra. Belakangan diketahui, para pedagang memilih mendatangkan komoditas pertanian itu dari luar daerah. Lantaran pasokan kelapa dari wilayah Kabupaten Indramayu sangat minim jika tidak disebut langka.

“Iya bukan kelapa sini. Ada dari Ciamis, Pangandaran, Purwokerto dan Banten,” ungkap Inom, pedagang es kelapa muda di Jalan Raya Patrol-Haurgeulis, Kamis (22/4).

Sepengetahuannya, kondisi ini terjadi sejak lama. Kalaupun ada pasokan, jumlahnya terbilang sangat sedikit.

Tidak cukup untuk memenuhi permintaan pembelian. Apalagi, jumlah pedagang kelapa muda dibulan puasa mencapai puluhan.

“Padahal kalau boleh jujur, enak kelapa lokal. Manisnya segar. Tapi itu tadi, sulit dapatnya. Kalau ada pasokannya sedikit,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan Kusnato, petani asal Kecamatan Sukra. Usaha perkebunan kelapa rakyat diwilayah pesisir pantura sudah sejak lama ditinggalkan warga.

Tak mengherankan, jumlah pohon kelapa terus menyusut. Berkurangnya jumlah pohon kelapa, berimbas pula terhadap produksi buah kelapa yang terus merosot.

“Dalam sepuluh tahun terahir saja, diperkirakan lebih dari seribu pohon kelapa mati . Penyebabnya belum diketahui secara pasti. Pendapat masyarakat sih macam-macam, ada yang karena hama Wangwung, sampai ada yang bilang karena perubahan iklim. Tapi sampai sekarang belum ada penelitian, kenapa pohon kelapa disini banyak yang mati misterius,” terangnya.

Kelapa, sejatinya merupakan komoditi tradisional, tumbuh dengan baik pada semua tempat yang diusahakan masyarakat sebagai tanaman perkarangan maupun dalam hamparan yang cukup luas.

Namun karena adanya kejadian banyaknya pohon kelapa yang mati misterius, animo masyarakat untuk kembali menjadikan kelapa sebagai komoditi andalan semakin menurun.

“Pohon kelapa yang sudah mati dibiarkan saja sampai membusuk atau ada yang ditebang untuk perumahan. Minat warga minim untuk melalukan peremajaan pohon kelapa karena itu tadi, banyak yang mati,” terangnya.

Senada disampaikan Pana, warga Desa Tegaltaman. Usaha perkebunan kelapa semakin ditinggalkan masyarakatnya.

Dia sendiri menduga, matinya pohon kelapa disebabkan serbuan hama Wangwung.  Hewan jenis kumbang itu telah merusak ribuan pohon kelapa didesa kawasan pesisir sejak lama.

Hewan sebesar ibu jari kaki itu menyasar bakal tunas di tengah batang pohon kelapa. Wangwung memang dikenal rakus terhadap bakal tunas kelapa. Serangan pada bakal tunas itu membuat pohon kelapa perlahan-lahan mati.

“Serangan wangwung sulit dikendalikan. Ribuan pohon kelapa banyak yang mati, Jika tidak ada peremajaan, lama-lama pohon kelapa disini habis. Masalahnya, banyak warga yang enggan tanam pohon kelapa lagi karena berbuahnya lama dan juga rawan ambruk jika kena angin kencang,” tuturnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.