Dana Transfer Pusat Jadi Magnet

oleh -155 views

INDRAMAYU-Kursi Kuwu ramai diperebutkan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu mencatat sebanyak 696 orang mendaftar sebagai bakal calon kuwu (balonwu). Di 171 desa yang melaksanakan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak yang puncaknya dihelat 2 Juni 2021 mendatang.

Dari 696 orang itu, sekitar 221 pendaftar dari 32 desa di 18 kecamatan harus mengikuti seleksi tambahan. Lantaran jumlah pendaftarnya lebih dari 5 orang.

Membeludaknya pendaftar, membuat persaingan perebutan kursi Kuwu di tengah pandemi Covid-19 ini diprediksi bakal seru.

Lebih-lebih, puncak perhetalan Pilwu pada 2 Juni nanti ini diikuti para mantan pejabat. Mereka pernah menduduki posisi penting sebagai pensiunan camat hingga mantan anggota DPRD.

Sebut saja, M Dasuki Soleh. Pria kelahiran Subang, 30 Juni 1960 ini tercatat pernah menjabat sebagai Camat Langensari dan Pataruman, Kota Banjar. Pensiun sebagai ASN dia mendaftar balonwu di Desa Mekarwaru, Desa Gantar. Keluarga besarnya tinggal disana.

Selanjutnya ada nama Caridi mantan anggota DPRD Kabupaten Indramayu periode 1999-2004. Dia maju pada Pilwu di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur. Bersaing dengan 4 balonwu lainnya, salah satunya kuwu petahana H Edi Suhedi.

Pemerhati Pilwu, N Asmari menuturkan, meningkatnya minat masyarakat dalam pencalonan kuwu di Kabupaten Indramayu tidak terlepas dari anggaran pemerintah pusat yang langsung diberikan kepada pemerintah desa (Pemdes).

Dalam Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Pemerintah Desa adanya kewajiban pemerintah daerah secara utuh berupa dana baik yang bersumber dari pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. Yakni Dana Desa (DD) dan Dana Alokasi Desa (ADD). Nilainyapun besar, ratusan juta hingga miliaran rupiah pertahun untuk setiap desa.

“Ini yang menjadi sebuah daya tarik tersendiri untuk mengelola pembangunan di tingkat desa. Kuwu bisa mengambil kebijakan dalam hal penentuan pembangunan desa karena didukung oleh anggaran yang besar,” katanya.

Ditambah lagi. Kuwu masih dianggap jabatan yang strategis dan penting. Dapat meningkatkan status sosial dan kesejahteraan hidup seseorang.

Namun dia tak menampik. Dibalik daya pikat jabatan kuwu saat ini, pula bakal calon kuwu yang memiliki idialisme tinggi. Berniat maju untuk mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Membangun desa tanah kelahiran atau kampung halamannya lebih maju lagi.

“Banyak kok yang tidak semata-mata hanya mencari jabatan. Justru didorong masyarakat karena memiliki kemampuan dan bisa dipercaya,” tandasnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *