Corona Melonjak, Alun-alun Ditutup

oleh -85 views
RAKOR: Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kecamatan Haurgeulis menggelar rapat koordinasi antisipasi melonjaknya kasus warga terpapar virus Corona, Selasa (15/6).

INDRAMAYU-Alun-alun Kecamatan Haurgeulis bakal kembali ditutup. Seperti saat malam pergantian tahun baru. Rencananya penutupan dilakukan setiap malam Minggu dan malam Senin. Langkah ini agar tidak terjadi kerumunan massa di jantung ibu kota kecamatan itu. Demi mengantisipasi persebaran Covid-19 yang kian melonjak.

Keputusan penutupan berdasarkan hasil rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kecamatan Haurgeulis, Selasa (15/6).

“Pertimbangannya kawasan alun-alun ini selalu ramai setiap malam Minggu dan malam Senin. Banyak masyarakat berkerumun. Potensi ini harus dihindari. Maka dari itu kami memutuskan untuk kembaliu menutup kawasan alun-alun,” terang Camat Haurgeulis, Rory Firmansyah SSTP MSi.

Tak hanya menutup, Satgas Covid-19 juga memastikan tidak akan ada aktivitas apa pun di alun-alun Haurgeulis pada dua malam tersebut. Para pedagang yang biasanya berjualan dikawasan itu, diminta untuk sementara tidak membuka usaha.

Selain itu, hasil rakor mendorong agar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di setiap RT, RW dan desa terus diperketat untuk membatasi penyebaran virus.

Satgas PPKM Mikro di tingkat desa juga diminta untuk mewaspadai kembali munculnya kluster buruh pabrik. Kewaspadaan ini berdasarkan lonjakan kasus Covid-19 yang didominasi dari warga yang bekerja sebagai buruh pabrik diwilayah Kabupaten Subang.

“Dari sebanyak 16 kasus per hari Senin kemarin, sebagian besar didominasi buruh pabrik yang terpapar virus corona. Kluster buruh pabrik ini harus diwaspadai jangan sampai menyebar,” katanya.

Upaya ini dilakukan agar tidak berpotensi menjadi kluster-kluster baru dalam penyebaran Covid-19. Apalagi, jumlah buruh pabrik asal Kecamatan Haurgeulis yang bekerja di industri wilayah Kabupaten Subang mencapai ribuan orang.

“Karena itu, penanggulangan antispasi kluster baru buruh pabrik ini menjadi fokus serius Satgas PPKM Mikro. Kita akan mengkonsolidasikan semua sumber daya sampai ke tingkat RT,” terangnya. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.