Ciptakan Aplikasi Penghitungan Suara

oleh -116 views
MEMUDAHKAN: Sekretariat PPS Jatibarang Wahyu Gufron menunjukkan aplikasi penghitungan suara yang berhasil dibuatnya secara otodidak, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU– Pantas diapresiasi langkah Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Jatibarang, Kecamatan Jatibarang untuk membantu KPPS dalam penghitungan suara di lembar C hasil KWK, agar memperkecil risiko kesalahan penghitungan karena human error. Sekretariat PPS Jatibarang menciptakan aplikasi penghitungan suara menggunakan rumus di MS Excel 2013.

Wahyu Gufron sosok inilah yang mampu membuat aplikasi penghitungan suara yang hampir sama dengan sirekap yang digagas KPU. Tekad Wahyu yang ingin mempermudah KPPS dalam pengadministrasian lebih rapih tersimpan baik, dan petugas KPPS tidak dirumitkan menghitung dan menjumlah.

Lewat belajar dari youtube secara otodidak, Gufron mampu menggabungkan 3 aplikasi yakni aplikasi kalima, aplikasi diagram, dan aplikasi terbilang, menjadi aplikasi penghitungan suara. Sudah diujicoba, hasilnyapun cukup bagus dan akurasi keberhasilan penghitungan sesuai. Bahkan untuk memastikan aplikasi buatannya berfungsi baik, Gufron telah melakukan simulasi pemilihan umum.

“Sengaja untuk model di excel dibikin sama dengan model C hasil KWK. Pada aplikasi sirekap, pengisian di TPS tetap secara manual. Khawatirkan ketika pengisian tulisan tidak jelas atau tidak terbaca. Karena hasil lembar untuk sirekap yang isinya 4 lembar C hasil KWK lewat foto dan pemindaian Optical Character Recognition (OCR) 3 lembar dan Optical Mark Recognition (OMR) 1 lembar dari aplikasi sirekap ke server,” tuturnya.

Maka dengan adanya aplikasi pengitungan suara, menyeimbangkan atau menyamakan hasil penghitungan suara dari lembar sirekap yang diisi oleh petugas TPS. Sehingga ketika jumlah akhir tidak sama, ada yang salah pada proses penghitungan dari pengisian lembar sirekap, bisa melihat dari aplikasi penghitungan suara.

“Ini juga mempermudah PPS, karena petugas TPS ini akan mengirimkan foto hasil penghitungan suara ke kami. Dan, banyak TPS, khawatirnya kita salah mengirimkan. Ini lebih simpel petugas TPS hanya kirimkan 1 lembar yaitu hasil rekapitulasi penghitungan suara. Kita sudah mengetahui isi dari 4 lembar penghitungan sirekap. Namun sekali lagi aplikasi ini hanya sebatas sebagai pelangkap saja agar pengisian dan penghitungan pada C hasil KWK, tidak ada kesalahan, dan pengkoreksian lebih cepat untuk kembali dicek ulang,” jelasnya.

Ketika telah selesai penghitungan tersedia lembar data rekapitulasi TPS, di lembar itu ada tiga poin yang jumlah harus sama. Di antaranya data pengguna hak pilih, jumlah surat suara yang digunakan, dan jumlah suara sah dan tidak sah. Jika salah satu dari jumlah itu ada yang beda berarti ada yang salah, kesalahan itu bisa secara langsung di perbaiki.

“Sebagai aplikasi penunjang saja, besok rencana akan dipakai pada satu TPS, nanti hasil perhitungannya antara pengisian lembar C Hasil KWK, yang akan difoto dan dikirimkan ke Sirekap, hasilnya akan di samakan dengan aplikasi yang saya buat, bedanya kalau sirekap pengisian penghitungan suara secara manual, kita hanya pake clik saja di laptop,” tandasnya.

Setelah di uji coba di beberapa TPS, lanjut Gufron hasil penghitungan sama, dan aplikasi penghitungan suara menggunakan MS Exel, bisa mengetahui hasil penghitungan suara secara manual apabila pengisian di lembar C hasil KWK ada kesalahan dalam pengisian. “Prinsip kerjanya sama dengan sirekap, tetapi bukan hanya angka yang keluar dan persentasi. Aplikasi ini yang belum saya kasih nama akan secara otomatis memunculkan persentasi dalam bentuk diagram,” tambahnya.

Ia berharap aplikasi MS Exel yang telah dibuatnya sejak 5 tahun 2019 lalu ini, bisa membantu petugas KPPS atau penyelenggara pemilu dalam hal penghitungan suara, dan bisa juga digunakan untuk pemilihan kepala desa (kuwu).

“Gunakan untuk pilwu juga bisa, ya lebih mudah dalam hal penghitungan jika kekeliruan dalam pengisian penghitungan suara lebih cepat terditeksi, dan bisa lebih cepat dilakukan perbaikan,” tandasnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *