Cegah Korban, Warga Tambal Lubang Jalan

oleh -796 views
Jalan Berlubang
INISIATIF WARGA: Sejumlah warga tengah menambal lubang di ruas jalan pantura Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra, Rabu (4/3). FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Mencegah banyaknya korban berjatuhan akibat jalan berlubang di jalur pantura, sejumlah warga di Desa Sumuradem Timur Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, berinisiatif menambal lubang jalan menggunakan material tanah.

Jalan Pantura di Desa Sumuradem Timur telah mengalami kerusakan. Hampir di sepanjang ruas jalan di wilayah itu terdapat lubang dengan kondisi membahayakan pengguna jalan. Hingga saat ini, belum ada upaya perbaikan dari Bina Marga, meskipun kondisi jalan seperti itu.

Pamong Desa Sumuradem Timur, Cecep mengatakan, setiap hari ada saja pengguna jalan mengalami kecelakaan yang diakibatkan jalan berlubang itu. Melihat sering ada kecelakaan, membuat warga sekitar merasa terganggu dan kini dibuat waswas.

“Karena, ketika ada kejadian pengendara motor terjatuh akibat jalan berlubang itu, warga pada keluar rumah dan menolong, serta membawanya kerumah sakit. Setiap hari ada saja kecelakaan akibat jalan berlubang,” ujarnya, Rabu (4/3).

Dikatakannya, sejak jalan pantura di desanya mengalami kerusakan dan berlubang, sudah puluhan pengendara sepeda motor menjadi korban. Tidak sedikit dari korban akibat jalan rusak itu mengalami luka parah.

“Kebanyakan kecelakaan akibat lubang jalan terjadi dimalam hari. Karena pengendara tidak tahu adanya lubang jalan. Bahkan tadi malam saja ada 15 motor yang terperosok di jalan berlubang itu. Sering adanya kecelakaan, kini warga dibuat waswas,” kata Cecep.

Dengan kondisi tersebut, warga kemudian berinisiatif menutupi lubang jalan dengan material tanah.

Sementara warga lainnya, Robi menambahkan, warga terpaksa melakukan hal itu, agar lubang jalan pada jalur pantura tersebut tidak memakan korban lagi.

“Walaupun nantinya tanah penutup lubang jalan itu hilang kembali, setidaknya bisa mencegah terjadinya kecelakaan. Karena jalan pantura kewenangannya pemerintah pusat, kami meminta kepada Bina Marga, Kementerian PUPUR untuk segera memperbaikinya. Jangan sampai korban bertambah banyak,” kata Robi. (kom)