Bupati Nina Tertarik Tenun Gedogan

oleh -237 views
TENUN GEDOGAN: Bupati Indramayu Hj Nina Agustina mengunjungi perajin tenun gedogan yang merupakan tenun khas Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, kemarin. FOTO: KOMARUDIN KURDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Bupati Indramayu Hj Nina Agustina Da’i Bachtiar SH MH, melakukan kunjungan kerja (kunker) ke kerajinan tenun gedogan di Desa Juntikebon Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, Kamis (4/3). Kunker kali ini didampingi Camat Juntinyuat Drs Muhammad Nurulhuda MSi, bersama jajaran Muspika Kecamatan Juntinyuat.

Bupati Nina, melihat secara langsung pembuatan tenun gedogan yang pembuatannya dengan cara manual.

Tenun gedogan merupakan kerajinan khas asal Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu, yang cukup terkenal.

Kerajinan tangan yang satu ini menjadi salah satu warisan budaya. Bahkan, bupati sendiri meminta kepada perajin tenun yang satu ini untuk terus dikembangkan. “Kami meminta kepada perajin tenun gedogan supaya terus mengembangkan. Jangan sampai berhenti karena ini adalah kerajinan masyarakat yang cukup langka, dan harus dikembangkan,” tutur bupati dalam bincang-bincang dengan pemilik tenun Ny Sunari (60).

Sunari menjelaskan, saat ini tinggal ada empat (empat) perajin yang aktif di desanya. Salah satu perajin yang masih aktif memainkan jemari untuk menyusun tenun adalah dirinya.

“Sudah lama sekali, lupa sudah berapa tahun saya ikut membuat tenun gedogan ini,” ungkapnya.

Sunari mengaku, entah sampai kapan akan terus menekuni home industry yang satu ini. Di satu sisi, ia mengaku sudah lelah. Tapi di sisi lain, ia tak ingin tenun gedogan menghilang hanya karena tidak ada lagi yang peduli.

“Anak-anak muda sekarang tidak ada yang tertarik untuk meneruskan usaha kami. Jadi kalau bukan kita, siapa lagi,” terang Sunari  seraya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nina, yang sangat peduli dengan perajin tenun gedogan.

Dari kunjungan bupati itu, Sunari bertekad, dirinya akan terus mengembangkan tenun ini sebagai budaya seni asal Indramayu. (kom/dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *