Bupati Nina Tawarkan Bedol Desa, Beri Bantuan Korban Banjir Eretan Wetan

oleh -359 views

INDRAMAYU – Bupati Indramayu, Hj, Nina Agustina, menemui warga korban banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Jumat (3/12). Nina, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Oce Iskandar, Forkopimcam Kandanghaur, Kuwu Eretan Wetan, H. Suhaedi, juga memberikan bantuan makanan instan.

Kepada korban banjir, Nina meminta untuk bersabar menghadapi banjir yang kerap melanda akibat gelombang pasang laut. Menurutnya, terjadinya gelombang pasang tidak bisa di hindari, dikarenakan perubahan alam

” Kita menawarkan kepada masyarakat Eretan Wetan ini, apakah mau dilakukan besol desa (relokasi). Namun, masyarakat tidak mau dan lebih memilih tetap tinggal di Eretan Wetan,” ujarnya

Kepada masyarakat, Bupati Nina, juga berpesan agar tidak membuang sampah sembarangan. Hal itu dilakukan, selain tidak menghambat saluran air atau dapat mempercepat pembuangan air, juga menjaga kesehatan lingkungan.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Indramayu, akan memperhatikan persoalan banjir Eretan Wetan, termasuk wilayah lainnya.

” Kami Pemerintah daerah akan meminta Pemerintah pusat untuk membangun tembok penahan ombak (break water). Ini merupakan penanganan darurat guna meminimalisir volume banjir,” kata Nina.

Sementara Kuwu (Kepala Desa) Eretan Wetan, H. Edi Suhaedi, mengatakan, air dari gelombang pasang laut datang sekitar pukul 05.00 pagi. Air yang datang dari berbagai penjuru tersebut kemudian dengan cepat merendam pemukiman warga. Sedikitnya 2.000 rumah warga terendam.

” Selain rumah, sejumlah gedung Sekolah dasar serta tempat ibadah juga turut terendam.Dari puncak banjir ketinggian airnya mencapai satu meter. Air rob datang selain dari pantai, juga melalui sejumlah sungai dan kali. Desa kami ini dikepung sungai dan kali kali tersebut,” ujarnya, kepada Radar Indramayu.

Walaupun terendam banjir, namun warga tetap memilih bertahan dirumah masing masing. Meski demikian, Pemerintah desa bersama Satgas bencana alam Kecamatan Kandanghaur, terus memantau kondisi banjir.

” Warga tidak mau di evakuasi. Mungkin, karena terbiasa dengan banjir rob, warga memilih tinggal dirumah. Namun, kami tetap memantau perkembangan. Jika kondisinya membahayakan, kami akan melakukan evakuasi,” terangnya.

Mengenai bantuan makanan dan obat obatan, menurut Kuwu Edi, sudah disiapkan. Pihaknya membuka posko kesehatan dengan tenaga medis dari Puskesmas Kertawinangun dan Kandanghaur.

” Untuk bantuan makanan, Ibu Bupati mengirimkan bantuan beras dan makanan instan.(Kom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.