Bupati Nina Raih Penghargaan Peduli Cagar Budaya dari Balai Arkeologi Jabar

oleh -44 views
Bupati Nina tinjau lokasi penggalian Candi di Desa Sambimaya Juntinyuat Indramayu

INDRAMAYU – Bupati Hj Nina Agustina Da’i Bachtiar SH MH CRA, berhasil meraih penghargaan dari Balai Arkeologi (Balar) Provinsi Jawa Barat (Jabar). Ia dinilai sangat peduli terhadap aktivitas penelitian arkeologi dan tinggalan budaya di wilayah Kabupaten Indramayu.

Kepala Balai Arkeologi Jabar Deni Sutrisna SS MHum, memberikan piagam penghargaan kepada Bupati Nina pada Senin (20/9) di Bandung.

Kepala Balai Arkeologi Jawa Barat Deni Sutrisna mengatakan apresiasi ini diberikan kepada kepala daerah yang dinilai peduli terhadap penelitian arkeologi. Terkait temuan artefak dan susunan bangunan di Situs Sambimaya Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu beberapa waktu lalu.

” Kami bangga dengan kepala daerah yang peduli dengan tinggalan budaya. Termasuk aktivitas penelitian arkeologi yang dilakukan di Indramayu,” jelas Deni Sutrisna yang juga pernah menjabat kepala Balai Arkelogi di Ambon dan Medan.

Hal senada juga disampaikan oleh ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu Dedy S Musashi SS. Dia menilai sangat jarang dan dapat dihitung dengan jari ada kepala daerah yang peduli terhadap tinggalan budaya.

Menurutnya, Indramayu patut bangga ada kepala daerah yang respon dan peduli dengan tinggalan arkeologi yang dimilikinya.

“Bisa kita hitung dengan jari ada kepala daerah yang peduli dengan tinggalan cagar budaya. Patut kita apresiasi ini,” jelas Ketua PWI Kabupaten Indramayu ini.

Dijelaskannya, sejak awal memimpin bupati Nina sudah mengundang TACB dan para penggiat cagar budaya yang ada di Indramayu. Agar mengenal lebih dekat sejumlah tinggalab arkeologi yang dimiliki. Di antaranya berkunjung ke Situs Candi Sambimaya, Situs Makam Habib di Sindang, dan bangunan eks Belanda yang kondisi nya cukup memprihatinkan.

“Bupati Indramayu tidak hanya berkunjung. Tetapi memikirkan kedepannya situs ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan edukasi, penelitian dan pariwisata,”pungkasnya. (dun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.