Bisnis Mangga Kembali Redup

oleh -676 views
SEPI PEMBELI: Salah seorang pedagang buah di Indramayu terlihat tengah menunggu pembeli, kemarin. Penjualan mangga mengalami penurunan akibat pandemi. FOTO: DOK. UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Pandemi Covid-19 yang ikut mempengaruhi semua sektor kehidupan, terutama perekonomian masyarakat.

Termasuk bisnis mangga yang menjadi sektor unggulan Indramayu. Para pengusaha mangga mengeluh lantaran omzet penjualan mangga mengalami penurunan drastis.

Salah seorang pengusaha mangga, Warya (40) mengaku, sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19, usahanya mengalami pasang surut. Karena pengiriman  di wilayah Indramayu seperti DKI Jakarta, Bandung, Bekasi dan daerah sekitarnya menurun. Menurutnya, permintaan di luar daerah ini mengalami penurunan hingga 40 persen.

Dikatakan Warya, pengusaha buah mengalami kerugian terutama untuk membayar upah pekerja untuk memetik buah mangga di pohon. Karena sistem pembelian di tingkat petani gunakan sistem tebas. “Walaupun pohon mangga punya sendiri di kebun sendiri, jasa tukang petik sangat dibutuhkan. Untuk pengeluaran itu saja lumayan tinggi. Jika yang punya pohon petik sendiri, kita beli yang sudah di bawah ya beda lagi harganya,” ujarnya.

Hal senada dikatakan, Jae (36). Beragam cara ditempuhnya agar buah mangga terjual, mulai dari pemasaran secara offline sampai secara online dengan memasang iklan di market place yang ada di media sosial. “Di market place kita jualan mangga gedong gincu eceran per kilo paling tinggi Rp30 ribu. Kalau mangga lainnya harganya lebih rendah lagi Rp10 ribu per kilo, ongkos kirim ditanggung kita,” katanya. (oni)