Bikin Bangga, Masuk Ontologi Cerpen Kolder

oleh -93 views
BIKIN BANGGA: Annisa Nurjannah dan Rosidah didampingi Kepala SMPN I Lohbener Syafii Imanudin bersama guru menunjukkan buku yang di dalamnya terdapat karya cerpen mereka, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU- Prestasi luar biasa ditorehkan dua siswi SMPN 1 Lohbener, Annisa Nurjanah dan Rosidah. Dua cerita pendek (cerita) hasil karya mereka masuk kedalam buku ontologi cerita pendek (cerpen) komunitas leterasi dermayu (kolder).

Annisa Nurjanah yang duduk di kelas 9 A menulis cerpen berjudul Siti Si Anak Tukang Becek. Sedangkan, Rosidah yang duduk di bangku kelas 9 C menuli cerpen berjudul Persaingan Tiga Sahabat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Mardiani SPd mengatakan, masuknya karya cerpen dua siswinya dalam buku ontologi cerpen yang diterbitkan koleder tak lepas dari ketekunan keduanya dan para siswa lainnya yang mengikuti kegiatan literasi di sekolah.

Termasuk, bimbingan dari guru Bahasa Indonesia yang terus memberikan pendampingan kepada para siswa dan siswi, hingga mampu menulis sampai dapat membuat sebuah cerita pendek.

“Sebenarnya banyak siswa yang membuat cerpen, kita dari sekolah menyeleksi terlebih dulu. Lolos dua siswa yang kami anggap hasil cerpennya bagus kemudian kami kirim. Hasilnya, alhamdulillah karya kedunya terbit semua, di buku ontologi cerpen siswa SMP Indramayu bersama karya cerpen siswa lainnya dari sekolah lainnya,” ujarnya pada Radar Indramayu, kemarin.

Lebih lanjut, dikatakan Mardiani, kedua siswinya tersebut bisa menjadi pionir bagi teman-temannya atau para siswa di sekolah untuk bisa terus berkarya mampu membuat karya tulis yang bagus.

Pihak sekolah pun memiliki program literasi setiap harinya, pelaksanaannya setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

“Sebelum KBM, 15 menit mengaji dan 15 menit literasi. Buku yang dibaca sih buku apa saja, dan pihak sekolah tidak menargetkan dalam sebulan harus berapa buku, yang terpenting mau membaca,” ujarnya.

Setelah siswa membaca buku, lanjutnya, ada proses evaluasi. “Siswa dipersilakan kembali menceritakan atau menyampaikan kepada temen-temannya isi pokok buku yang mereka baca, ini juga melatih keberanian siswa berbicara di depan umum,” paparnya.

Sementara itu, Kepala SMPN I Lohbener Syafii Imanudin MPd mengatakan, sebagai bentuk dukungan sekolah terhadap literasi sekolah, akan menambah bahan-bahan baca koleksi buku di perpustakaan sekolah, dengan berbagi buku bacaan umum termasuk buku yang dapat memacu semangat siswa baca dan terpacu daya kreativitas siswa hingga dapat menulis.

Syafii menambahkan, setiap buku yang dibaca siswa, akan dicacat wali kelas, sehingga wali kelas bisa mengawasi buku apa saja yang mereka baca, masuk dalam kategori layak atau tidak layak dibaca oleh siswa.

“Semua tercacat ya, teragendakan jadi bisa terkontrol, wali kelas punya catatan literasi masing-masing siswa di kelasnya. Kami juga menargetkan kedepan karya-karya tulisan siswa kami bisa dikemas dalam satu buku, khusus karya siswa siswai SMPN I Lohbener,” katanya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.