Bentuk Posko PPKM Desa dan Dusun

oleh -40 views
ATASI COVID: Petugas Posko PPKM Mikro di salah satu Dusun atau Blok di Desa Ujungaris Kecamatan Widasari memantau mobilitas warga untuk mencegah Covid-19, kemarin. FOTO: ANANG SYAHRONI/ RADAR INDRAMAYU

INSTRUKSI Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH untuk mengaktifkan PPKM Mikro untuk mencegah penyebaran Covid-19 direspons cepat Satgas Covid-19 di kecamatan dan desa. Salah satunya, Pemerintah Desa (Pemdes) Ujungaris, Kecamatan Widasari. Aparat desa setempat langsung membuat posko  pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro tingkat desa dan dusun.

Hal ini dilakukan untuk memantau mobilitas warga, serta sebagai sarana sosialisasi bahaya virus corona serta menginformasikan perkembangan virus kepada masyarakat lebih merata.

Sekretaris Desa (Sekdes) Ujungaris Ali Sodikin mengatakan pembuatan Posko PPKM mikro tingkat dusun sebagai langkah pemerintah desa untuk mendeteksi sedini mungkin risiko penularan virus corona masuk ke desa.

Dengan adanya posko PPKM tingkat dusun, lanjut Ali Sodikin, dapat mendata siapa saja warga lokal yang baru datang dari tempat perantauan, sehingga dapat mengantisipasi risiko penularan dan penyebaran virus corona.

“Kita bersinergi dengan semua unsur pemerintahan desa mulai dari lembaga tingkat desa, sampai RT dan RW untuk mengawasi dan memantau mobilitas masyarakat di wilayahnya, mencatat siapa saja warga yang baru pulang dari tempat perantauan. Seperti arus mudik kemarin, warga yang baru pulang wajib laporan ke posko untuk didata, dan dilakukan pemeriksaan serta agar menjalani isolasi mandiri,” papar Ali.

Dikatakannya, meningkatnya kasus virus corona di Kabupaten Indramayu, membuat pihak desa semakin waspada dan semakin gencar melakukan sosialisasi disiplin prokes 4M, yakni memakai masker, mencuci tangah, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Kami tak bosan mengimbau warga agar selalu mematuhi aturan pemerintah, terutama dalam penerapan prokes mulai dari diri sendiri, keluarga, sampai pada tempat bekerja atau beraktivitas. Kami juga mewajibkan warga yang pulang kampung melaporkan ke posko PPKM yang terdapat di setiap dusun,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga membuat ruang isolasi mandiri di samping kantor desa yang bisa digunakan masyarakat yang terkonformasi virus corona. “Sekarang juga sedang gencar melaksanakan kegiatan penyemprotan disenfektan, dan menyebar wastafel di ruang publik seperti di sekolah, puskesmas dan tempat ibadah,” tuturnya.

Langkah pemerintah desa melakukan pengetatan dengan Posko PPKM Mikro ditanggapi baik warga. Salah seorang warga, Setiawan SSos berharap, upaya yang dilakukan pemerintah desa dapat berdampak pada menurunnya angka penyebaran covid di Indramayu.

Dengan sosialisasi langsung di tengah masyarakat, lanjut Setiawan, pemerintah desa dapat memberikan informasi yang valid terkait perkembangan kasus corona.

“Semoga, kali ini warga pada sadar pentingnya penerapan prokes dan membatasi mobilitas mereka. Jangan sampai kegiatan pemerintah desa dengan membuat posko PPKM Mikro dengan berbagai kegiatannya sia-sia karena kurang disiplinnya warga menerapkan prokes,” ujarnya. (oni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.