Benahi Pendidikan, Siapkan SDM Inbar

oleh -131 views
DR. H. MasdukiDuryat, M. Pd.I

INDRAMAYU-Disetujuinya Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Kabupaten Indramayu Barat (Inbar) direspon positif kalangan akademisi.

Menurut Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Pendidikan (STKIP) Al Amin Indramayu, DR H Masduki Duryat MPdI, pemekaran Bumi Wiralodra adalah point of no return atau sebuah keniscayaan yang harus segera direalisasikan. Demi mendekatkan pelayanan publik dan mensejahterakan masyarakat.

“Sebagai orang Inbar, saya menyambut gembira dengan disetujuinya CDPOB Kabupaten Inbar oleh Gubernur-DPRD Jabar. Juga menyampaikan apresiasi kepada para pejuang Inbar yang tak kenal lelah untuk meniscayakan Inbar menjadi sebuah kabupaten sendiri,” tuturnya kepada Radar, kemarin.

Namun demikian, banyak hal yang perlu dipikirkan sebelum terwujudnya Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Inbar. Pemerintah daerah tidak hanya memikirkan bagaimana mengembangkan sumber daya alamnya, tetapi juga harus menyiapkan sumber daya manusianya.

Sebab seperti diketahui, Inbar memiliki potensi kekayaan migas, pertanian, hasil laut, hutan dan SDM yang kompetitif dan komparatif jika diperhadapkan dengan wilayah lain.

Terkait dengan SDM ini, Inbar membutuhkan pendidikan, terutama Perguruan Tinggi dan lembaga pendidikan yang berdaya saing, distinctive dan mampu berselancar di era digital.

Keberadaan sejumlah perguruan tinggi saat ini di wilayah Inbar, misalnya STIT dan STKIP Al Amin, kemudian lembaga pendidikan di pesantren Al Zaytun segera dilakukan pembenahan dan menjadi wahana penyiapan kader-kader andal untuk menjadi pemimpin masa depan yang mumpuni.

Di samping penguatan lembaga-lembaga pendidikan lainnya yang tidak hanya menguasai dari sisi kognitif. Tetapi juga memiliki integritas yang kuat, moral dan rasa tanggung jawab.

“Pembenahan perguruan tinggi maupun lembaga pendidikan di Inbar, saya kira ini penting dilakukan. Di samping kemampuan skill di bidang digital, sehingga SDM nya mampu berselancar dengan teknologi,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, pelayanan-pelayanan publik sudah harus akses teknologi. Supaya tidak kalah dengan lembaga swasta misalnya JNT, Tiki atau layanan jasa lainnya yang secara cepat dalam melakukan pelayanan publik. “Moral force semacam ini harus terus disiapkan oleh institusi pendidikan di Indramayu Barat,” papar Masduki. (kho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *