Bekuk Wanita Bandar Narkoba

oleh -411 views
BARANG BUKTI: Jajaran Satresnarkoba Polres Indramayu berhasil menangkap 10 orang bandar dan pengedar narkoba berbagai jenis, kemarin. FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

INDRAMAYU-Satuan Reserse Narkoba Polres Indramayu, Jawa Barat, berhasil menangkap 10 orang bandar dan pengedar narkoba. Salah satu diantaranya adalah seorang wanita cantik berinisial N, yang merupakan bandar narkoba.

Mereka diketahui mengedarkan narkoba dari berbagai jenis, seperti sabu-sabu, ganja, tembakau sintetis, dan juga sediaan farmasi tanpa izin.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengatakan, 10 tersangka ditangkap di enam lokasi berbeda. Bandar narkoba jenis sabu-sabu berinisial D dan N yang ditangkap di Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu.

“Salah seorang tersangka wanita cantik berinisial N merupakan seorang wanita yang menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu. Dari tangan tersangka didapati barang bukti seberat satu ons sabu-sabu,” ungkap kapolres.

Tersangka lain ditangkap di tempat yang berbeda, seperti di  Desa Kalimati, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Satresnarkoba juga menangkap seorang kurir sabu-sabu, di mana dari tangan tersangka disita dua paket sabu-sabu siap edar.

Kapolres menegaskan, untuk yang perempuan ini merupakan salah satu bandar sabu-sabu di Kabupaten Indramayu, karena dari tangan tersangka jumlah sabu-sabu yang disita cukup banyak.

Ditambahkannya, jajarannya juga menangkap seorang pengedar sediaan farmasi tanpa izin berinisial S dengan barang bukti sebanyak 1.988 butir pil destro, serta 1.800 tablet trihexyphenidyl.

Selanjutnya tersangka A, dan G juga terlibat dalam peredaran sediaan farmasi tanpa izin. Dari kedua tersangka polisi menyita ribuan tablet tramadol dan hexymer.

Kemudian dari pengedar tembakau sintetis berinisial S, barang bukti yang disita sebanyak 268 gram. Polisi juga mengamankan dua orang pengedar ganja kering.

Salah satunya yang berinisial F masih di bawah umur. Sedangkan satu pengedar lagi berinisial P memiliki barang bukti sebanyak satu kilogram ganja kering. 

Akibat perbuatannya para pengedar narkoba jenis sabu-sabu dan ganja dikenakan pasal 114 juncto pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan kurungan penjara minimal enam tahun.

Sedangkan pengedar sediaan farmasi tanpa izin dijerat pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan pasal 62 UU Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika.  “Mereka terancam hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda maksimal Rp1 miliar,” tegas kapolres. (oet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.