Banting Stir dari Kurir dan Reporter, Kini Juwanda Sukses Besarkan JNE

oleh -112 views
Juwanda-di-agen-JNE-Sindang
Juwanda tengah berada di kantor agen JNE Sindang, Kabupaten Indramayu, Rabu (30/12). FOTO: UTOYO PRIE ACHDI/RADAR INDRAMAYU

Juwanda adalah seorang lelaki pekerja keras dan ulet. Jangan heran kalau ia mampu meraih sukses. Pria berusia 45 tahun ini dulu hanya seorang reporter radio swasta di Indramayu dan kurir jasa pengiriman.

UTOYO PRIE ACHDI, Indramayu

PENULIS mengenalnya saat sama-sama meliput kegiatan di lapangan. Sering meliput berbagai peristiwa maupun kegiatan. Bertahun-tahun tidak pernah ketemu.

Penulis terkejut, ketika ia tiba-tiba sudah membuka biro jasa pengiriman PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir, atau lebih dikenal dengan JNE. Sebuah biro jasa pengiriman barang terbesar di Indonesia.

Ditemui di Kantor Agen JNE Sindang, Indramayu, Rabu (30/12), Juwanda mengatakan, kalau JNE di Indramayu memang mengalami perkembangan pesat. Bahkan, saat ini sudah ada Agen JNE di Indramayu yang dipegang oleh orang dari Jakarta.

Sementara, ia sendiri saat ini memegang agen JNE Sindang, dan beberapa agen di kecamatan-kecamatan di Kabupaten Indramayu. Seperti di Kecamatan Patrol, Losarang, Kandanghaur.

Juwanda mengungkapkan, ia merintis JNE di Indramayu melalui perjuangan yang tidak ringan dan jatuh bangun. Sekitar tahun 2000 an, di sela-sela aktivitasnya sebagai reporter radio, ia bekerja sebagai kurir pengantar jasa kiriman dari Cirebon ke Indramayu. Tujuannya tentu saja mencari tambahan penghasilan.

Saat itu memang di Indramayu belum ada perwakilan jasa pengiriman barang, kecuali Kantor Pos. Peluang ini pun ia tangkap. Meski kerjanya tidak ringan. Sangat berat.

Setiap hari ia mengantarkan barang dari berbagai kantor jasa pengiriman. Kepanasan dan kehujanan sudah menjadi makanan sehari-hari.

Bayangkan, jarak Cirebon-Indramayu adalah 55 kilometer. Ia jalani dengan senang hati. Setiap hari ia keluar masuk kampung menembus jalanan rusak. Bahkan sempat mengalami tabrakan atau kecelakaan.

“Saya dulu sempat menabrak orang hingga meninggal, karena buru-buru saat mengantar barang,” ungkapnya.

Sekitar tahun 2001, Juwanda mendapat tantangan untuk bergabung dengan hadirnya jasa pengiriman JNE. Pengalamannya sebagi kurier dan semangatnya yang tinggi, membuatnya berani merintis membuka perwakilan JNE di Indramayu.

Dengan penuh optimisme dan keyakinan, ia mulai membuka perwakilan JNE di sebuah tempat di gang kecil di Jalan Kapten Arya Indramayu.

Tempatnya memang bukan di jalan utama. Tidak banyak yang tahu. Namun lambat laun jumlah pelanggannya kian meningkat. Dan Juwanda pun tidak lagi menjadi kurier. Tapi sudah mulai mengatur kurier.

Hingga suatu hari, Juwanda bisa memiliki kantor yang cukup representatif di Jalan MT Haryono Sindang, Indramayu. Lokasinya persis di depan GOR Sindalodra Indramayu. Di samping Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu. Cukup ramai memang.

Di tempat inilah usaha Juwanda berkembang pesat. Setiap hari orang berdatangan untuk mengirimkan barang, atau mengambil barang kiriman. Hari demi hari terus bertambah dan bertumbuh.

Apalagi Indramayu merupakan daerah dengan jumlah TKI yang bekerja di luar negeri dan di luar daerah cukup tinggi. Mereka sangat membutuhkan jasa pengiriman barang yang cepat dan mudah. JNE menjadi pilihan mereka.

Puluhan anak-anak muda setempat pun direkrut untuk ikut membantu pekerjaannya. Ada yang bekerja di kantor. Sebagian besar bekerja sebagai kurir (pengantar kiriman). Meski bayaran mereka belum maksimal karena kemampuan perusahaan memang masih terbatas. Tapi mereka rela bergabung di JNE.

“Sebuah kebanggaan tersendiri buat saya, bisa menciptakan lapangan kerja bagi anak-anak sekitar, melalui JNE,” ungkap Juwanda.

Kemajuan pesat JNE yang dipimpin Juwanda sepertinya mendapat perhatian dari pihak JNE pusat di Jakarta. Hingga akhirnya lahir Kantor JNE Cabang Indramayu, di Jalan DI Panjaitan Indramayu, dengan manajeman langsung dari Jakarta.

Sebagai perintis JNE di Indramayu, Juwanda mengaku bangga dengan perkembangan pesat JNE. Di tengah persaingan jasa pengiriman yang semakin banyak.

Apalagi di era penjualan online seperti sekarang ini. Ia pun mengaku sangat bersyukur, berkat JNE sudah mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya. Menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Anak pertama bahkan sudah bekerja, dan anak kedua masih kuliah di Fakultas Kedokteran.

“Saya sangat bersyukur bisa meraih kebahagiaan bersama JNE,” tutur Juwanda, saat ditemui di agen JNE Sindang.   

Di usia JNE yang sudah memasuki 30 tahun saat ini, Juwanda berharap JNE mampu terus berkembang. Meski jasa pengiriman barang sejenis banyak bermunculan. Ia mengaku bangga bisa ikut membesarkan JNE, dan berharap JNE semakin besar. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *